
Buddha
Buddha / Guru
Siddhattha Gotama, yang kemudian dikenal sebagai Buddha, merupakan tokoh sentral dalam seluruh tradisi Buddhis. Teks-teks Buddhis awal menggambarkannya berasal dari kaum Sakya dan meninggalkan kehidupan rumah tangga untuk mencari jalan keluar dari penderitaan, usia tua, penyakit, dan kematian. Setelah belajar kepada beberapa guru dan mencoba praktik pertapaan yang sangat keras, Gotama meninggalkan ekstrem penyiksaan diri dan menempuh jalan yang kemudian dikenal sebagai Jalan Tengah.
Riwayat
Menurut tradisi Buddhis, Gotama mencapai pencerahan sempurna ketika bermeditasi di Uruvela, yang kemudian dikenal sebagai Bodh Gaya. Sejak saat itu ia disebut Buddha, "Yang Tercerahkan". Pokok pengajarannya berpusat pada pemahaman penderitaan, sebab kemunculannya, kemungkinan berakhirnya penderitaan, dan jalan latihan menuju berakhirnya penderitaan - yang dirumuskan sebagai Empat Kebenaran Mulia.
Selama puluhan tahun berikutnya Buddha berkeliling wilayah India utara mengajar berbagai lapisan masyarakat. Para pendengarnya bukan hanya para bhikkhu, tetapi juga raja, brahmana, petani, saudagar, perempuan dan laki-laki, pertapa dari aliran lain, serta dalam kosmologi teks Buddhis para dewa dan Brahma. Cara mengajarnya sering disesuaikan dengan orang yang sedang dihadapinya.
Dalam MN dan DN, Buddha bukan sekadar figur yang menyampaikan khotbah panjang. Ia juga berdialog, mengajukan pertanyaan balik, mengoreksi pandangan keliru, memberi petunjuk meditasi, menyelesaikan persoalan komunitas, dan terkadang meminta siswa senior untuk meneruskan uraian Dhamma.
DN 16, Mahaparinibbana Sutta, menggambarkan perjalanan terakhir Buddha hingga parinibbana di Kusinara. Setelah kematiannya, Dhamma dan Vinaya menjadi pedoman komunitas. Karena itu Buddha Gotama merupakan pusat jaringan tokoh dalam Tiga Keranjang.