‹
AN 6.6

Dutiyaājānīyasutta

Kuda Murni (2)

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 6.6

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini menggunakan perumpamaan yang sederhana namun dalam. Saat membaca, perhatikan bagaimana ketahanan terhadap rangsangan indra menjadi kunci utama, baik bagi kuda maupun bagi bhikkhu, dan renungkan bagaimana hal ini berlaku dalam kehidupan sehari-hari.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam sutta ini, Sang Buddha menyampaikan perumpamaan tentang seekor kuda jantan murni milik raja yang memiliki enam faktor, yaitu tahan terhadap bentuk, suara, bau, rasa, sentuhan, dan memiliki kekuatan. Demikian pula, seorang bhikkhu yang memiliki enam kualitas—tahan terhadap bentuk, suara, bau, rasa, sentuhan, dan fenomena batin—dinyatakan layak menerima persembahan, layak menerima keramahan, layak menerima pemberian agama, layak menerima penghormatan, dan menjadi ladang jasa yang tiada taranya bagi dunia.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an6.6:1.1 “Para bhikkhu, seekor kuda jantan murni milik raja yang memiliki enam faktor adalah layak bagi raja, pantas melayani raja, dan dianggap sebagai bagian dari kerajaan.

an6.6:1.3 Di sini, para bhikkhu, seekor kuda jantan murni milik raja tahan terhadap bentuk-bentuk, tahan terhadap suara-suara, tahan terhadap bau-bauan, tahan terhadap rasa-rasa, tahan terhadap sentuhan-sentuhan, dan memiliki kekuatan.

an6.6:1.4 Dengan memiliki enam faktor ini, para bhikkhu, seekor kuda jantan murni milik raja adalah layak bagi raja, pantas melayani raja, dan dianggap sebagai bagian dari kerajaan.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.