an5.99:1.1 “Para bhikkhu, pada suatu petang, singa, raja segala binatang, keluar dari sarangnya;
an5.99:1.2 setelah keluar dari sarangnya, ia meregangkan badannya;
an5.99:1.3 setelah meregangkan badannya, ia memandang ke segala penjuru;
an5.99:1.4 setelah memandang ke segala penjuru, ia mengaumkan auman singanya tiga kali;
an5.99:1.5 setelah mengaumkan auman singanya tiga kali, ia berangkat mencari mangsa.
an5.99:1.6 Jika ia menyerang seekor gajah, ia menyerang dengan sungguh-sungguh, bukan dengan sembarangan;
an5.99:1.7 Jika ia menyerang seekor kerbau, ia menyerang dengan sungguh-sungguh, bukan dengan sembarangan;
an5.99:1.8 Jika ia menyerang seekor sapi, ia menyerang dengan sungguh-sungguh, bukan dengan sembarangan;
an5.99:1.9 Jika ia menyerang seekor macan tutul, ia menyerang dengan sungguh-sungguh, bukan dengan sembarangan;
an5.99:1.10 Jika ia menyerang makhluk-makhluk kecil, bahkan kelinci atau kucing sekalipun, ia menyerang dengan sungguh-sungguh, bukan dengan sembarangan.
an5.99:1.11 Mengapa demikian?
an5.99:1.12 ‘Jangan sampai aku kehilangan jalanku.’
