an10.175:1.1 “Para bhikkhu, Dhamma ini memiliki jalan keluar, bukan tanpa jalan keluar.
an10.175:1.2 Dan bagaimanakah, para bhikkhu, Dhamma ini memiliki jalan keluar, bukan tanpa jalan keluar?
an10.175:1.3 Bagi seseorang yang membunuh makhluk hidup, para bhikkhu, menghindari pembunuhan makhluk hidup adalah jalan keluarnya.
an10.175:1.4 Bagi seseorang yang mengambil yang tidak diberikan, para bhikkhu, menghindari mengambil yang tidak diberikan adalah jalan keluarnya.
an10.175:1.5 Bagi seseorang yang berperilaku salah dalam hal kenikmatan indria, para bhikkhu, menghindari perilaku salah dalam hal kenikmatan indria adalah jalan keluarnya.
an10.175:1.6 Bagi seseorang yang berbicara dusta, para bhikkhu, menghindari berbicara dusta adalah jalan keluarnya.
an10.175:1.7 Bagi seseorang yang berbicara memecah belah, para bhikkhu, menghindari berbicara memecah belah adalah jalan keluarnya.
an10.175:1.8 Bagi seseorang yang berbicara kasar, para bhikkhu, menghindari berbicara kasar adalah jalan keluarnya.
an10.175:1.9 Bagi seseorang yang berbicara tidak bermanfaat, para bhikkhu, menghindari berbicara tidak bermanfaat adalah jalan keluarnya.
an10.175:1.10 Bagi seseorang yang penuh kerinduan (ketamakan), para bhikkhu, tidak tamak adalah jalan keluarnya.
an10.175:1.11 Bagi seseorang yang berpikiran benci, para bhikkhu, tidak membenci adalah jalan keluarnya.
an10.175:1.12 Bagi seseorang yang berpandangan salah, para bhikkhu, pandangan benar adalah jalan keluarnya.
an10.175:1.13 Demikianlah, para bhikkhu, Dhamma ini memiliki jalan keluar, bukan tanpa jalan keluar.”
an10.175:1.14 Kesembilan.
