‹
AN 3.101

Paṁsudhovakasutta

Sutta tentang Penampi Emas

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 3.101

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan proses pemurnian batin sebagai sebuah perjalanan bertahap, seperti seorang penampai emas yang tekun membersihkan emasnya. Mari kita simak bagaimana perumpamaan yang indah ini menjelaskan latihan pikiran yang lebih tinggi dan buah-buah yang dapat dicapai.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Buddha menggunakan perumpamaan penampian emas untuk menggambarkan proses pemurnian pikiran seorang bhikkhu yang berlatih pikiran lebih tinggi (adhicitta). Seperti emas yang bertahap dibersihkan dari kotoran kasar hingga halus, seorang bhikkhu juga melepaskan kekotoran perilaku, pikiran, hingga hanya tersisa pikiran tentang Dhamma. Ketika pikiran menjadi tenang dan terkonsentrasi sempurna, ia mampu merealisasikan berbagai pengetahuan langsung (abhiññā), dari kekuatan batin hingga kebebasan akhir dari noda-noda.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an3.101:1.1 “Para bhikkhu, emas murni memiliki kekotoran kasar: pasir, tanah, dan kerikil.

an3.101:1.2 Seorang penampi emas atau muridnya menuangkannya ke dalam wadah, lalu mencucinya, membilasnya, dan membersihkannya.

an3.101:1.3 Setelah itu dibuang dan dilenyapkan, masih ada kekotoran sedang pada emas murni: kerikil halus dan pasir kasar.

an3.101:1.5 Setelah itu dibuang dan dilenyapkan, masih ada kekotoran halus pada emas murni: pasir halus dan kotoran hitam.

an3.101:1.7 Setelah itu dibuang dan dilenyapkan, hanya tersisa serpihan-serpihan emas.

an3.101:1.8 Seorang pandai emas atau muridnya menaruh emas murni itu ke dalam wadah peleburan, lalu meniup, melebur, dan melelehkannya.

an3.101:1.9 Emas murni itu telah ditiup, dilebur, dan dilelehkan, tetapi kotorannya belum sepenuhnya hilang. Emas itu belum lunak, belum dapat ditempa, belum berkilau, mudah retak, dan belum sepenuhnya siap untuk dikerjakan.

an3.101:1.10 Ada kalanya, para bhikkhu, pandai emas atau muridnya terus meniup, melebur, dan melelehkan emas murni itu.

an3.101:1.11 Emas murni itu menjadi lunak, dapat ditempa, berkilau, tidak mudah retak, dan siap untuk dikerjakan.

an3.101:1.12 Perhiasan apa pun yang ingin dibuatnya—entah gelang, anting, kalung, atau untaian emas—semuanya berhasil dibuatnya.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.