an10.2:1.1 “Para bhikkhu, bagi seorang yang bermoral, yang telah memenuhi moralitas, tidak perlu membuat kehendak:
an10.2:1.2 ‘Semoga penyesalan tidak muncul padaku.’
an10.2:1.3 Ini adalah hukum alam, para bhikkhu, bahwa bagi yang bermoral, yang telah memenuhi moralitas, penyesalan tidak muncul.
an10.2:1.4 Bagi yang tanpa penyesalan, para bhikkhu, tidak perlu membuat kehendak:
an10.2:1.5 ‘Semoga kegembiraan muncul padaku.’
an10.2:1.6 Ini adalah hukum alam, para bhikkhu, bahwa kegembiraan muncul bagi yang tanpa penyesalan.
an10.2:1.7 Bagi yang bergembira, para bhikkhu, tidak perlu membuat kehendak:
an10.2:1.8 ‘Semoga sukacita muncul padaku.’
an10.2:1.9 Ini adalah hukum alam, para bhikkhu, bahwa sukacita muncul bagi yang bergembira.
an10.2:1.10 Bagi yang pikirannya penuh sukacita, para bhikkhu, tidak perlu membuat kehendak:
an10.2:1.11 ‘Semoga tubuhku menjadi tenang.’
an10.2:1.12 Ini adalah hukum alam, para bhikkhu, bahwa tubuh menjadi tenang bagi yang pikirannya penuh sukacita.
an10.2:1.13 Bagi yang tubuhnya tenang, para bhikkhu, tidak perlu membuat kehendak:
an10.2:1.14 ‘Semoga aku merasakan kebahagiaan.’
an10.2:1.15 Ini adalah hukum alam, para bhikkhu, bahwa yang tubuhnya tenang merasakan kebahagiaan.
an10.2:1.16 Bagi yang berbahagia, para bhikkhu, tidak perlu membuat kehendak:
an10.2:1.17 ‘Semoga pikiranku terkonsentrasi dalam samādhi.’
an10.2:1.18 Ini adalah hukum alam, para bhikkhu, bahwa pikiran yang bahagia menjadi terkonsentrasi.
an10.2:1.19 Bagi yang pikirannya terkonsentrasi, para bhikkhu, tidak perlu menghendaki:
an10.2:1.20 'Semoga aku mengetahui dan melihat sebagaimana adanya!'
an10.2:1.21 Ini adalah hukum alam, para bhikkhu, bahwa yang terkonsentrasi mengetahui dan melihat sebagaimana adanya.
an10.2:1.22 Bagi yang mengetahui dan melihat sebagaimana adanya, para bhikkhu, tidak perlu menghendaki:
an10.2:1.23 'Semoga aku menjadi jemu dan terbebaskan dari nafsu!'
an10.2:1.24 Ini adalah hukum alam, para bhikkhu, bahwa yang mengetahui dan melihat sebagaimana adanya menjadi jemu dan terbebaskan dari nafsu.
an10.2:1.25 Bagi yang jemu dan terbebaskan dari nafsu, para bhikkhu, tidak perlu menghendaki:
an10.2:1.26 'Semoga aku merealisasi pengetahuan dan penglihatan kebebasan!'
an10.2:1.27 Ini adalah hukum alam, para bhikkhu, bahwa yang jemu dan terbebaskan dari nafsu merealisasi pengetahuan dan penglihatan kebebasan.
