an3.136:1.1 “Para bhikkhu, apakah para Tathāgata muncul atau tidak, hukum alam ini tetap bertahan, keteraturan prinsip-prinsip alam ini tetap ada, kepastian prinsip-prinsip alam ini tetap ada:
an3.136:1.2 semua bentukan tidak kekal.
an3.136:1.3 Seorang Tathāgata tercerahkan pada hal ini dan memahaminya.
an3.136:1.4 Setelah tercerahkan dan memahaminya, ia menjelaskan, mengajarkan, menegaskan, menetapkan, menguraikan, menganalisis, dan menerangkannya:
an3.136:1.5 ‘Semua bentukan tidak kekal.’
an3.136:1.6 Para bhikkhu, apakah para Tathāgata muncul atau tidak, hukum alam ini tetap bertahan, keteraturan prinsip-prinsip alam ini tetap ada, kepastian prinsip-prinsip alam ini tetap ada:
an3.136:1.7 semua bentukan adalah penderitaan.
an3.136:1.8 Seorang Tathāgata tercerahkan pada hal ini dan memahaminya.
an3.136:1.9 Setelah tercerahkan dan memahaminya, ia menjelaskan, mengajarkan, menegaskan, menetapkan, menguraikan, menganalisis, dan menerangkannya:
an3.136:1.10 ‘Semua bentukan adalah penderitaan.’
an3.136:1.11 Para bhikkhu, apakah para Tathāgata muncul atau tidak, hukum alam ini tetap bertahan, keteraturan prinsip-prinsip alam ini tetap ada, kepastian prinsip-prinsip alam ini tetap ada:
an3.136:1.12 semua fenomena adalah tanpa-diri.
an3.136:1.13 Seorang Tathāgata tercerahkan pada hal ini dan memahaminya.
an3.136:1.14 Setelah tercerahkan dan memahaminya, ia menjelaskan, mengajarkan, menegaskan, menetapkan, menguraikan, menganalisis, dan menerangkannya:
an3.136:1.15 ‘Semua fenomena adalah tanpa-diri.’”
an3.136:1.16 Keempat.
