Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 4.27
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan betapa sederhananya kebutuhan yang dapat membawa kebahagiaan sejati. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha menggambarkan kepuasan sebagai kunci kehidupan pertapaan.
Dalam khotbah singkat ini, Sang Buddha mengajarkan empat hal sederhana yang mudah diperoleh dan tidak tercela—jubah kain kotor, makanan dana, tempat tinggal di bawah pohon, dan air seni basi sebagai obat—yang jika dipraktikkan dengan rasa puas, menjadi salah satu faktor kehidupan pertapaan. Beliau menekankan bahwa kepuasan dengan hal-hal remeh ini membawa ketenangan batin dan tidak terhalang ke mana pun.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an4.27:1.3 Jubah kain kotor, para bhikkhu, di antara jubah-jubah adalah remeh dan mudah diperoleh, dan itu tidak tercela.
an4.27:1.4 Segumpal makanan dana, para bhikkhu, di antara makanan-makanan adalah remeh dan mudah diperoleh, dan itu tidak tercela.
an4.27:1.5 Akar pohon, para bhikkhu, di antara tempat-tempat tinggal adalah remeh dan mudah diperoleh, dan itu tidak tercela.
an4.27:1.6 Air seni yang basi, para bhikkhu, di antara obat-obatan adalah remeh dan mudah diperoleh, dan itu tidak tercela.
an4.27:1.7 Inilah, para bhikkhu, empat hal yang remeh dan mudah diperoleh, dan hal-hal itu tidak tercela.
an4.27:1.8 Ketika, para bhikkhu, seorang bhikkhu merasa puas dengan apa yang remeh dan mudah diperoleh, maka Aku katakan ini adalah salah satu faktor kehidupan pertapaan.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 4.27 · Khotbah tentang Kepuasan | Tiga Keranjang