an10.54:1.1 “Para bhikkhu, jika seorang bhikkhu tidak terampil dalam memahami pikiran orang lain, maka ia harus berlatih: ‘Aku akan terampil dalam memahami pikiranku sendiri.’
an10.54:1.2 Demikianlah, para bhikkhu, kalian harus berlatih.
Khotbah tentang Ketenangan
Sutta ini mengajak kita untuk jujur melihat diri sendiri, seperti bercermin. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha merinci cara menilai kemajuan batin dan bijak memilih hal-hal di sekitar kita.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha mengajarkan para bhikkhu untuk terampil memahami pikiran mereka sendiri, seperti bercermin untuk melihat kotoran. Beliau menjelaskan empat kemungkinan kondisi batin—memiliki ketenangan atau pandangan terang, keduanya, atau tidak sama sekali—dan bagaimana melatih untuk menyeimbangkan keduanya. Setelah itu, Beliau memberikan kriteria praktis untuk menilai segala hal, mulai dari jubah hingga pertemanan: apakah hal itu memunculkan kualitas tidak terampil atau kualitas terampil dalam diri kita.
an10.54:1.1 “Para bhikkhu, jika seorang bhikkhu tidak terampil dalam memahami pikiran orang lain, maka ia harus berlatih: ‘Aku akan terampil dalam memahami pikiranku sendiri.’
an10.54:1.2 Demikianlah, para bhikkhu, kalian harus berlatih.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.