‹
AN 5.214

Bahubhāṇisutta

Sutta tentang Orang yang Banyak Bicara

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 5.214

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana kebiasaan berbicara sehari-hari membawa dampak jangka panjang, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Mari kita simak dengan tenang apa yang disampaikan Sang Buddha tentang dua pola bicara yang berbeda.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam sutta ini, Sang Buddha membahas lima bahaya yang menimpa seseorang yang banyak bicara tanpa berpikir, yaitu berbicara tidak benar, memecah belah, kasar, dan omong kosong, yang berujung pada kelahiran kembali di alam sengsara. Sebaliknya, ia juga memaparkan lima manfaat bagi mereka yang berbicara dengan bijaksana, yang menghindari empat jenis ucapan buruk tersebut dan terlahir di alam surga. Sutta ini menekankan pentingnya ucapan yang terkendali dan penuh perhatian.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an5.214:1.1 “Para bhikkhu, ada lima bahaya bagi seseorang yang banyak bicara.

an5.214:1.3 Ia berbicara tidak benar, berbicara memecah belah, berbicara kasar, dan berbicara omong kosong. Setelah kematian, saat hancurnya tubuh, ia terlahir kembali di alam sengsara, alam buruk, alam rendah, neraka.

an5.214:1.4 Ini, para bhikkhu, adalah lima bahaya bagi seseorang yang banyak bicara.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.