‹
AN 8.18

Dutiyabandhanasutta

Sutta tentang Ikatan (Ke-2)

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 8.18

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana hubungan antar manusia dapat terikat melalui berbagai hal, dan mengapa sentuhan memiliki kekuatan yang sangat besar dalam mengikat batin.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan kepada para bhikkhu delapan cara yang digunakan seorang laki-laki untuk mengikat seorang perempuan, mulai dari tangisan, tawa, ucapan, penampilan, pemberian bunga liar, wewangian, rasa, hingga sentuhan. Beliau menegaskan bahwa makhluk yang terikat melalui sentuhan adalah yang paling terikat erat.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an8.18:1.1 “Para bhikkhu, seorang laki-laki mengikat seorang perempuan dengan delapan cara.

an8.18:1.3 Dengan tangisan, para bhikkhu, seorang laki-laki mengikat seorang perempuan;

an8.18:1.4 dengan tawa, para bhikkhu, seorang laki-laki mengikat seorang perempuan;

an8.18:1.5 dengan ucapan, para bhikkhu, seorang laki-laki mengikat seorang perempuan;

an8.18:1.6 dengan penampilan, para bhikkhu, seorang laki-laki mengikat seorang perempuan;

an8.18:1.7 dengan pemberian bunga liar, para bhikkhu, seorang laki-laki mengikat seorang perempuan;

an8.18:1.8 dengan wewangian, para bhikkhu, seorang laki-laki mengikat seorang perempuan;

an8.18:1.9 rasa, para bhikkhu, mengikat seorang pria pada seorang wanita;

an8.18:1.10 dan dengan sentuhan, para bhikkhu, seorang laki-laki mengikat seorang perempuan.

an8.18:1.11 Dengan delapan cara ini, para bhikkhu, seorang laki-laki mengikat seorang perempuan.

an8.18:1.12 Tetapi, para bhikkhu, makhluk-makhluk yang terikat oleh sentuhan adalah sungguh terikat dengan erat.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.