‹
AN 8.56

Bhayasutta

Sutta tentang Bahaya

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 8.56

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan kembali cara kita memandang kenikmatan indria. Melalui delapan metafora yang kuat, Sang Buddha mengajak kita melihat sisi lain dari apa yang sering kita anggap menyenangkan, dan membuka kemungkinan untuk melampauinya.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan kepada para bhikkhu bahwa kenikmatan indria (kāma) memiliki delapan sebutan: bahaya, penderitaan, penyakit, bisul, anak panah, belenggu, rawa, dan kandungan. Setiap sebutan dijelaskan alasannya, karena seseorang yang terikat pada nafsu indria tidak terbebas dari berbagai bahaya dan penderitaan, baik di kehidupan ini maupun kehidupan mendatang. Sutta ditutup dengan syair yang menegaskan bahwa mereka yang tekun dan penuh kewaspadaan dapat melampaui rawa kesulitan ini dan mengamati makhluk lain yang masih terombang-ambing dalam kelahiran dan usia tua.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an8.56:1.1 “Para bhikkhu, ‘bahaya’ adalah sebutan untuk kenikmatan indria.

an8.56:1.2 ‘Penderitaan’, para bhikkhu, adalah sebutan untuk kenikmatan indria.

an8.56:1.3 ‘Penyakit’, para bhikkhu, adalah sebutan untuk kenikmatan indria.

an8.56:1.4 ‘Bisul’, para bhikkhu, adalah sebutan untuk kenikmatan indria.

an8.56:1.5 ‘Anak panah’, para bhikkhu, adalah sebutan untuk kenikmatan indria.

an8.56:1.6 ‘Belenggu’, para bhikkhu, adalah sebutan untuk kenikmatan indria.

an8.56:1.7 ‘Rawa’, para bhikkhu, adalah sebutan untuk kenikmatan indria.

an8.56:1.8 dan ‘kandungan’ adalah sebutan untuk kenikmatan indria.

an8.56:1.9 Dan mengapa, para bhikkhu, ‘bahaya’ adalah sebutan untuk kenikmatan indria?

an8.56:1.10 Karena seseorang yang dikuasai oleh nafsu indria, terbelenggu oleh keinginan dan gairah, tidak terbebas dari bahaya dalam kehidupan ini maupun kehidupan yang akan datang. Itulah sebabnya ‘bahaya’ adalah sebutan untuk kenikmatan indria.

an8.56:1.11 Dan mengapa, para bhikkhu, ‘penderitaan’ …

an8.56:1.17 dan ‘kandungan’ adalah sebutan untuk kenikmatan indria?

an8.56:1.18 Karena seseorang yang terobsesi oleh nafsu indria, para bhikkhu, terikat oleh keinginan dan nafsu, tidak terbebas dari rahim dalam kehidupan ini maupun kehidupan mendatang. Oleh karena itu, 'rahim' adalah sebutan untuk kenikmatan indria.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.