Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 7.85
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan definisi sejati dari seorang petapa atau bhikkhu. Mari kita simak penjelasan singkat namun dalam tentang tujuh hal yang harus dihancurkan untuk mencapai status tersebut.
Sutta ini adalah khotbah pendek Sang Buddha tentang makna sebenarnya dari menjadi seorang bhikkhu. Beliau menjelaskan bahwa seseorang disebut bhikkhu bukan karena jubah atau statusnya, melainkan karena telah menghancurkan tujuh hal: pandangan tentang diri, keragu-raguan, genggaman keliru pada sila dan praktik, nafsu, kebencian, delusi, dan kesombongan.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an7.85:1.3 Pandangan tentang diri (sakkāyadiṭṭhi) telah dihancurkan, keragu-raguan (vicikicchā) telah dihancurkan, genggaman keliru pada sila dan praktik (sīlabbataparāmāsa) telah dihancurkan, nafsu (rāga) telah dihancurkan, kebencian (dosa) telah dihancurkan, delusi (moha) telah dihancurkan, dan kesombongan (māna) telah dihancurkan.
an7.85:1.4 Karena telah menghancurkan ketujuh hal ini, para bhikkhu, seseorang menjadi seorang bhikkhu.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 7.85 · Khotbah tentang Bhikkhu | Tiga Keranjang