an3.74:1.1 Pada suatu ketika Yang Mulia Ānanda sedang menetap di Vesālī, di Hutan Besar, di aula beratap runcing.
an3.74:1.2 Kemudian Abhaya, seorang Licchavi, dan Paṇḍitakumāra, seorang Licchavi, mendatangi Yang Mulia Ānanda. Setelah mendekat, mereka memberi hormat kepada Yang Mulia Ānanda, lalu duduk di satu sisi. Sambil duduk di satu sisi, Abhaya, seorang Licchavi, berkata kepada Yang Mulia Ānanda:
an3.74:1.3 “Bhante, Nigaṇṭha Nāṭaputta mengaku mahatahu dan mahamelihat, mengaku memiliki pengetahuan dan penglihatan tanpa sisa, dengan berkata:
an3.74:1.4 ‘Pengetahuan dan penglihatan senantiasa hadir kepadaku, baik ketika berjalan, berdiri, tidur, maupun terjaga.’
an3.74:1.5 Ia mengajarkan bahwa dengan praktik pertapaan yang keras, perbuatan-perbuatan lampau dapat dilenyapkan, dan dengan tidak melakukan perbuatan-perbuatan baru, jembatan (menuju kelahiran kembali) terputus.
an3.74:1.6 Demikianlah, dengan berakhirnya perbuatan, penderitaan berakhir; dengan berakhirnya penderitaan, perasaan berakhir; dan dengan berakhirnya perasaan, segala penderitaan akan habis terhapus—
an3.74:1.7 demikianlah cara melampaui penderitaan melalui pemurnian dengan penghapusan (kamma) yang terlihat dalam kehidupan ini.
an3.74:1.8 Bhante, apakah yang Bhagavā katakan tentang hal ini?”

