‹
AN 7.56

Tissabrahmāsutta

Khotbah tentang Tissa Sang Brahmā

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 7.56

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana makhluk-makhluk surgawi memandang kemajuan spiritual para praktisi. Melalui dialog antara Mahāmoggallāna dan Tissa Brahmā, kita diajak melihat bahwa bahkan pengetahuan para dewa pun memiliki batas, dan pemahaman yang lebih dalam tentang pembebasan datang dari Sang Buddha sendiri.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dua deva datang menemui Buddha dan menyatakan bahwa para bhikkhuni telah terbebaskan, bahkan terbebaskan sempurna tanpa sisa kemelekatan. Keesokan harinya, Buddha menceritakan hal ini kepada para bhikkhu. Mahāmoggallāna, yang hadir, bertanya-tanya dewa mana yang memiliki pengetahuan tentang 'dengan sisa' atau 'tanpa sisa'. Ia lalu mengunjungi alam brahma untuk bertanya kepada Tissa Brahmā, seorang bhikkhu yang baru saja meninggal dan terlahir kembali di sana. Tissa menjelaskan bahwa para dewa Brahmā yang tidak puas dengan pencapaian Brahmā mengetahui hal ini, dan merinci enam jenis praktisi yang mereka kenali. Setelah kembali, Buddha melengkapi penjelasan Tissa dengan jenis praktisi ketujuh, yaitu yang berdiam dalam konsentrasi tanpa tanda.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an7.56:8.1

Idha pana, mārisa moggallāna, bhikkhu paññāvimutto hoti.

Tetapi di sini, Yang Mulia Moggallāna, seorang bhikkhu terbebaskan melalui kebijaksanaan.

Take a mendicant who is freed by wisdom.

an7.56:8.2

Tamenaṁ te devā evaṁ jānanti:

Para deva itu mengetahui tentang dirinya:

The gods know of them:

an7.56:8.3

‘ayaṁ kho āyasmā paññāvimutto.

‘Yang mulia ini terbebaskan melalui kebijaksanaan.’

‘This venerable is freed by wisdom.

an7.56:8.4

Yāvassa kāyo ṭhassati tāva naṁ dakkhanti devamanussā.

Selama tubuhnya masih berdiri, para dewa dan manusia akan melihatnya.

As long as their body remains they will be seen by gods and humans.

an7.56:8.5

Kāyassa bhedā na naṁ dakkhanti devamanussā’ti.

Tetapi setelah tubuhnya hancur, para dewa dan manusia tidak akan melihatnya lagi.’

But when their body breaks up gods and humans will see them no more.’

an7.56:8.6

Evampi kho, mārisa moggallāna, tesaṁ devānaṁ ñāṇaṁ hoti:

Demikian pula, Yang Mulia Moggallāna, demikianlah pengetahuan para dewa itu:

This too is how those gods know whether a person has remainder or not.

an7.56:8.7

‘saupādisese vā saupādisesoti, anupādisese vā anupādiseso’ti.

‘apakah ia masih memiliki sisa kemelekatan atau tidak, apakah ia tanpa sisa kemelekatan atau tidak.’

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.