‹
AN 6.34

Mahāmoggallānasutta

Dengan Mahāmoggallāna

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 6.34

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan hakikat pencapaian spiritual. Mari kita simak bagaimana Mahāmoggallāna menggali kebenaran tentang pengetahuan diri para dewa, yang ternyata berakar pada kualitas keyakinan dan moralitas, bukan pada status kelahiran.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Suatu ketika, di tengah keheningan pribadinya, Yang Mulia Mahāmoggallāna bertanya-tanya para dewa mana yang memiliki pengetahuan bahwa mereka adalah pemasuk-arus. Ia pun mengunjungi alam brahmā untuk menanyakan hal ini kepada Brahmā Tissa, seorang bhikkhu yang baru saja meninggal dunia. Tissa menjelaskan bahwa pengetahuan ini tidak dimiliki oleh semua dewa, melainkan hanya oleh mereka yang memiliki keyakinan tak tergoyahkan pada Buddha, Dhamma, dan Saṅgha, serta moralitas yang dicintai para mulia.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an6.34:7.1

Atha kho āyasmā mahāmoggallāno tissassa brahmuno bhāsitaṁ abhinanditvā anumoditvā: “seyyathāpi nāma balavā puriso samiñjitaṁ vā bāhaṁ pasāreyya, pasāritaṁ vā bāhaṁ samiñjeyya; evamevaṁ: ‘brahmaloke antarahito jetavane pāturahosī’”ti.

Kemudian Yang Mulia Mahāmoggallāna, setelah menyetujui dan menerima ucapan brahmā Tissa itu, dengan berkata: "Seperti halnya seorang kuat yang dapat meluruskan lengan yang tertekuk atau menekuk lengan yang terulur, demikian pula ia lenyap dari alam brahmā dan muncul di Hutan Jeta."

Moggallāna approved and agreed with what the divinity Tissa said. Then, as easily as a strong person would extend or contract their arm, he vanished from that realm of divinity and reappeared in Jeta’s Grove.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.