Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 10.86
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan pentingnya kejujuran dalam menilai kemajuan spiritual sendiri. Mari kita simak bagaimana Mahākassapa menjelaskan bahaya dari adhimāna dan kualitas-kualitas apa saja yang justru menghambat pertumbuhan batin.
Yang Mulia Mahākassapa menjelaskan bagaimana seorang bhikkhu yang mengaku telah mencapai pencerahan (aññaṁ byākaroti) dapat diuji oleh Sang Tathāgata atau siswa-Nya yang mahir. Pengujian ini mengungkap bahwa pengakuan tersebut sering kali muncul dari adhimāna, yaitu anggapan berlebihan terhadap pencapaian diri sendiri. Sutta ini kemudian merinci sepuluh kualitas yang harus ditinggalkan agar seorang bhikkhu dapat tumbuh dan matang dalam Dhamma dan Vinaya.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
‘Yang Mulia ini memiliki keangkuhan batin dan menganggap itu sebagai kebenaran. Mereka mengira telah mencapai apa yang belum dicapai, telah melakukan apa yang belum dilakukan, dan telah meraih apa yang belum diraih.
‘This venerable overestimates themselves and takes that to be the truth. They perceive that they’ve attained what they haven’t attained, done what they haven’t done, and achieved what they haven’t achieved.
“Aku memahami: ‘Kelahiran telah berakhir, kehidupan suci telah dijalani, apa yang harus dilakukan telah dilakukan, tidak ada lagi yang tersisa untuk kehidupan ini.’”’
“I understand: ‘Rebirth is ended, the spiritual journey has been completed, what had to be done has been done, there is nothing further for this place.’”’
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.