Tamenaṁ tathāgato vā tathāgatasāvako vā jhāyī samāpattikusalo paracittakusalo paracittapariyāyakusalo evaṁ cetasā ceto paricca pajānāti:
Mereka memahami,
They understand,
增上慢经
Sutta ini mengajak kita merenungkan pentingnya kejujuran dalam menilai kemajuan spiritual sendiri. Mari kita simak bagaimana Mahākassapa menjelaskan bahaya dari adhimāna dan kualitas-kualitas apa saja yang justru menghambat pertumbuhan batin.
Yang Mulia Mahākassapa menjelaskan bagaimana seorang bhikkhu yang mengaku telah mencapai pencerahan (aññaṁ byākaroti) dapat diuji oleh Sang Tathāgata atau siswa-Nya yang mahir. Pengujian ini mengungkap bahwa pengakuan tersebut sering kali muncul dari adhimāna, yaitu anggapan berlebihan terhadap pencapaian diri sendiri. Sutta ini kemudian merinci sepuluh kualitas yang harus ditinggalkan agar seorang bhikkhu dapat tumbuh dan matang dalam Dhamma dan Vinaya.
Tamenaṁ tathāgato vā tathāgatasāvako vā jhāyī samāpattikusalo paracittakusalo paracittapariyāyakusalo evaṁ cetasā ceto paricca pajānāti:
Mereka memahami,
They understand,
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.