‹
DN 9

Poṭṭhapādasutta

Khotbah dengan Poṭṭhapāda

Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

DN 9
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 9

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana pikiran dan persepsi bekerja, serta apa yang benar-benar penting dalam praktik spiritual. Mari kita simak dialog antara Buddha dan Poṭṭhapāda yang mengupas pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang persepsi, diri, dan kebenaran.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Sang Buddha mengunjungi pengembara Poṭṭhapāda di taman Mallikā dan menjawab pertanyaannya tentang bagaimana penghentian persepsi terjadi. Buddha menjelaskan bahwa persepsi muncul dan lenyap karena sebab, dan melalui latihan bertahap hingga mencapai puncak persepsi. Percakapan kemudian beralih ke pertanyaan-pertanyaan metafisik yang tidak dijawab Buddha, dan diakhiri dengan penjelasan tentang tiga jenis kelahiran kembali serta penggunaan bahasa duniawi tanpa melekat padanya.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
dn9:50.1

“Sace pana taṁ, citta, evaṁ puccheyyuṁ:

“Tetapi, Citta, jika mereka bertanya kepadamu:

“But Citta, suppose they were to ask you,

dn9:50.2

‘yo te ahosi atīto attapaṭilābho, sova te attapaṭilābho sacco, mogho anāgato, mogho paccuppanno?

‘Apakah perolehan diri yang engkau miliki di masa lampau itu satu-satunya perolehan dirimu yang nyata, sedangkan yang di masa depan dan sekarang adalah palsu?

‘Is the reincarnation you had in the past your only real one, and those of the future and present fictitious?

dn9:50.3

Yo te bhavissati anāgato attapaṭilābho, sova te attapaṭilābho sacco, mogho atīto, mogho paccuppanno?

Apakah perolehan diri yang akan engkau miliki di masa depan itu satu-satunya perolehan dirimu yang nyata, sedangkan yang di masa lampau dan sekarang adalah palsu?

Is the reincarnation you will have in the future your only real one, and those of the past and present fictitious?

dn9:50.4

Yo te etarahi paccuppanno attapaṭilābho, sova te attapaṭilābho sacco, mogho atīto, mogho anāgato’ti.

Apakah perolehan diri yang sekarang engkau miliki itu satu-satunya perolehan dirimu yang nyata, sedangkan yang di masa lampau dan masa depan adalah palsu?’

Is the reincarnation you have now your only real one, and those of the past and future fictitious?’

dn9:50.5

Evaṁ puṭṭho tvaṁ, citta, kinti byākareyyāsī”ti?

Jika ditanya demikian, Citta, bagaimanakah engkau akan menjawab?”

How would you answer?”

dn9:50.6

“Sace pana maṁ, bhante, evaṁ puccheyyuṁ:

“Jika mereka bertanya kepadaku demikian, Bhante:

“Sir, if they were to ask me this,

dn9:50.7

‘yo te ahosi atīto attapaṭilābho, sova te attapaṭilābho sacco, mogho anāgato, mogho paccuppanno.

‘Apakah perolehan diri yang engkau miliki di masa lampau itu satu-satunya perolehan dirimu yang nyata, sedangkan yang di masa depan dan sekarang adalah palsu?

dn9:50.8

Yo te bhavissati anāgato attapaṭilābho, sova te attapaṭilābho sacco, mogho atīto, mogho paccuppanno.

Apakah perolehan diri yang akan engkau miliki di masa depan itu satu-satunya perolehan dirimu yang nyata, sedangkan yang di masa lampau dan sekarang adalah palsu?

dn9:50.9

Yo te etarahi paccuppanno attapaṭilābho, sova te attapaṭilābho sacco, mogho atīto, mogho anāgato’ti.

Apakah perolehan diri yang sekarang engkau miliki itu satu-satunya perolehan dirimu yang nyata, sedangkan yang di masa lampau dan masa depan adalah palsu?’

dn9:50.10

Evaṁ puṭṭho ahaṁ, bhante, evaṁ byākareyyaṁ:

Jika ditanya demikian, Bhante, aku akan menjawab begini:

I’d answer like this,

dn9:50.11

‘yo me ahosi atīto attapaṭilābho, sova me attapaṭilābho tasmiṁ samaye sacco ahosi, mogho anāgato, mogho paccuppanno.

‘Perolehan diri yang kumiliki di masa lampau adalah nyata pada saat itu, sedangkan yang di masa depan dan sekarang adalah palsu.

‘The reincarnation I had in the past was real at that time, and those of the future and present fictitious.

dn9:50.12

Yo me bhavissati anāgato attapaṭilābho, sova me attapaṭilābho tasmiṁ samaye sacco bhavissati, mogho atīto, mogho paccuppanno.

Perolehan diri yang akan kumiliki di masa depan akan menjadi nyata pada saat itu, sedangkan yang di masa lampau dan sekarang adalah palsu.

The reincarnation I will have in the future will be real at the time, and those of the past and present fictitious.

dn9:50.13

Yo me etarahi paccuppanno attapaṭilābho, sova me attapaṭilābho sacco, mogho atīto, mogho anāgato’ti.

Perolehan diri yang kumiliki sekarang adalah nyata pada saat ini, sedangkan yang di masa lampau dan masa depan adalah palsu.’

The reincarnation I have now is real at this time, and those of the past and future fictitious.’

dn9:50.14

Evaṁ puṭṭho ahaṁ, bhante, evaṁ byākareyyan”ti.

Jika ditanya demikian, Bhante, demikianlah aku akan menjawab.”

That’s how I’d answer.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.