‹
DN 9

Poṭṭhapādasutta

Khotbah dengan Poṭṭhapāda

Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

DN 9
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 9

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana pikiran dan persepsi bekerja, serta apa yang benar-benar penting dalam praktik spiritual. Mari kita simak dialog antara Buddha dan Poṭṭhapāda yang mengupas pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang persepsi, diri, dan kebenaran.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Sang Buddha mengunjungi pengembara Poṭṭhapāda di taman Mallikā dan menjawab pertanyaannya tentang bagaimana penghentian persepsi terjadi. Buddha menjelaskan bahwa persepsi muncul dan lenyap karena sebab, dan melalui latihan bertahap hingga mencapai puncak persepsi. Percakapan kemudian beralih ke pertanyaan-pertanyaan metafisik yang tidak dijawab Buddha, dan diakhiri dengan penjelasan tentang tiga jenis kelahiran kembali serta penggunaan bahasa duniawi tanpa melekat padanya.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
dn9:48.1

Evaṁ vutte, citto hatthisāriputto bhagavantaṁ etadavoca:

Ketika Sang Buddha telah berbicara, Citta Hatthisāriputta berkata kepada Sang Bhagavā:

When the Buddha had spoken, Citta Hatthisāriputta said,

dn9:48.2

“yasmiṁ, bhante, samaye oḷāriko attapaṭilābho hoti, moghassa tasmiṁ samaye manomayo attapaṭilābho hoti, mogho arūpo attapaṭilābho hoti;

“Yang Mulia, ketika seseorang memperoleh bentuk diri yang kasar, apakah pada saat itu bentuk diri yang bersifat batin dan bentuk diri yang tanpa bentuk menjadi sia-sia,

“Sir, when reincarnated in a solid incarnation, are the mind-made and formless incarnations fictitious,

dn9:48.3

oḷāriko vāssa attapaṭilābho tasmiṁ samaye sacco hoti.

dan hanya bentuk diri yang kasar itukah yang nyata pada saat itu?

and only the solid incarnation real?

dn9:48.4

Yasmiṁ, bhante, samaye manomayo attapaṭilābho hoti, moghassa tasmiṁ samaye oḷāriko attapaṭilābho hoti, mogho arūpo attapaṭilābho hoti;

Ketika seseorang memperoleh bentuk diri yang bersifat batin, apakah pada saat itu bentuk diri yang kasar dan bentuk diri yang tanpa bentuk menjadi sia-sia,

When reincarnated in a mind-made incarnation, are the solid and formless incarnations fictitious,

dn9:48.5

manomayo vāssa attapaṭilābho tasmiṁ samaye sacco hoti.

dan hanya bentuk diri yang bersifat batin itukah yang nyata pada saat itu?

and only the mind-made incarnation real?

dn9:48.6

Yasmiṁ, bhante, samaye arūpo attapaṭilābho hoti, moghassa tasmiṁ samaye oḷāriko attapaṭilābho hoti, mogho manomayo attapaṭilābho hoti;

Ketika seseorang memperoleh bentuk diri yang tanpa bentuk, apakah pada saat itu bentuk diri yang kasar dan bentuk diri yang bersifat batin menjadi sia-sia,

When reincarnated in a formless incarnation, are the solid and mind-made incarnations fictitious,

dn9:48.7

arūpo vāssa attapaṭilābho tasmiṁ samaye sacco hotī”ti.

dan hanya bentuk diri yang tanpa bentuk itukah yang nyata pada saat itu?”

and only the formless incarnation real?”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.