‹
DN 9

Poṭṭhapādasutta

Khotbah dengan Poṭṭhapāda

Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

DN 9
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 9

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana pikiran dan persepsi bekerja, serta apa yang benar-benar penting dalam praktik spiritual. Mari kita simak dialog antara Buddha dan Poṭṭhapāda yang mengupas pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang persepsi, diri, dan kebenaran.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Sang Buddha mengunjungi pengembara Poṭṭhapāda di taman Mallikā dan menjawab pertanyaannya tentang bagaimana penghentian persepsi terjadi. Buddha menjelaskan bahwa persepsi muncul dan lenyap karena sebab, dan melalui latihan bertahap hingga mencapai puncak persepsi. Percakapan kemudian beralih ke pertanyaan-pertanyaan metafisik yang tidak dijawab Buddha, dan diakhiri dengan penjelasan tentang tiga jenis kelahiran kembali serta penggunaan bahasa duniawi tanpa melekat padanya.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
dn9:22.1

“Manomayaṁ kho ahaṁ, bhante, attānaṁ paccemi sabbaṅgapaccaṅgiṁ ahīnindriyan”ti.

“Yang Mulia, saya meyakini adanya diri yang terbentuk dari pikiran, lengkap dengan seluruh anggota tubuhnya, tidak kekurangan indria apa pun.”

“Sir, I believe in a mind-made self which is whole in its major and minor limbs, not deficient in any faculty.”

dn9:22.2

“Manomayo ca hi te, poṭṭhapāda, attā abhavissa sabbaṅgapaccaṅgī ahīnindriyo, evaṁ santampi kho te, poṭṭhapāda, aññāva saññā bhavissati añño attā.

“Jika, Poṭṭhapāda, ada diri yang terbentuk dari pikiran, lengkap dengan seluruh anggota tubuhnya, tidak kekurangan indria apa pun, bahkan dalam hal itu pun, Poṭṭhapāda, persepsi adalah satu hal dan diri adalah hal lain.

“Suppose there was such a mind-made self, Poṭṭhapāda. In that case, perception would be one thing, the self another.

dn9:22.3

Tadamināpetaṁ, poṭṭhapāda, pariyāyena veditabbaṁ yathā aññāva saññā bhavissati añño attā.

Ini, Poṭṭhapāda, hendaknya dipahami melalui cara lain bahwa persepsi akan menjadi satu hal dan diri hal yang lain.

Here is another way to understand how perception and self are different things.

dn9:22.4

Tiṭṭhateva sāyaṁ, poṭṭhapāda, manomayo attā sabbaṅgapaccaṅgī ahīnindriyo, atha imassa purisassa aññā ca saññā uppajjanti, aññā ca saññā nirujjhanti.

Selama diri yang terbentuk dari pikiran itu masih ada, Poṭṭhapāda, tetap saja pada orang ini muncul persepsi-persepsi yang lain dan lenyap persepsi-persepsi yang lain.

So long as that mind-made self remains, still some perceptions arise in a person and others cease.

dn9:22.5

Imināpi kho etaṁ, poṭṭhapāda, pariyāyena veditabbaṁ yathā aññāva saññā bhavissati añño attā”ti.

Dengan cara ini pula, Poṭṭhapāda, hendaknya dipahami bahwa persepsi akan menjadi satu hal dan diri hal yang lain."

That too is a way to understand how perception and self are different things.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.