‹
DN 9

Poṭṭhapādasutta

Khotbah dengan Poṭṭhapāda

Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

DN 9
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 9

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana pikiran dan persepsi bekerja, serta apa yang benar-benar penting dalam praktik spiritual. Mari kita simak dialog antara Buddha dan Poṭṭhapāda yang mengupas pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang persepsi, diri, dan kebenaran.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Sang Buddha mengunjungi pengembara Poṭṭhapāda di taman Mallikā dan menjawab pertanyaannya tentang bagaimana penghentian persepsi terjadi. Buddha menjelaskan bahwa persepsi muncul dan lenyap karena sebab, dan melalui latihan bertahap hingga mencapai puncak persepsi. Percakapan kemudian beralih ke pertanyaan-pertanyaan metafisik yang tidak dijawab Buddha, dan diakhiri dengan penjelasan tentang tiga jenis kelahiran kembali serta penggunaan bahasa duniawi tanpa melekat padanya.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
dn9:16.1

“Puna caparaṁ, poṭṭhapāda, bhikkhu sabbaso viññāṇañcāyatanaṁ samatikkamma ‘natthi kiñcī’ti ākiñcaññāyatanaṁ upasampajja viharati.

"Lebih jauh lagi, Poṭṭhapāda, seorang bhikkhu, dengan sepenuhnya melampaui landasan kesadaran tanpa batas, menyadari 'tidak ada apa pun', masuk dan berdiam dalam landasan kekosongan.

“Furthermore, a mendicant, going totally beyond the dimension of infinite consciousness, aware that ‘there is nothing at all’, enters and remains in the dimension of nothingness.

dn9:16.2

Tassa yā purimā viññāṇañcāyatanasukhumasaccasaññā, sā nirujjhati.

Persepsi halus dan sejati tentang landasan kesadaran tanpa batas yang sebelumnya ia miliki menjadi lenyap.

The subtle and true perception of the dimension of infinite consciousness that they had previously ceases.

dn9:16.3

Ākiñcaññāyatanasukhumasaccasaññā tasmiṁ samaye hoti, ākiñcaññāyatanasukhumasaccasaññīyeva tasmiṁ samaye hoti.

Pada saat itu ia memiliki persepsi halus dan sejati tentang landasan kekosongan; pada saat itu ia hanya memiliki persepsi halus dan sejati tentang landasan kekosongan.

At that time they have a subtle and true perception of the dimension of nothingness.

dn9:16.4

Evampi sikkhā ekā saññā uppajjati, sikkhā ekā saññā nirujjhati.

Demikianlah, dengan latihan, muncul satu persepsi dan lenyap persepsi yang lain.

That’s how, with training, certain perceptions arise and certain perceptions cease.

dn9:16.5

Ayampi sikkhā”ti bhagavā avoca.

Dan inilah latihan itu,” sabda Bhagavā.

And this is that training,” said the Buddha.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.