Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 9
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana pikiran dan persepsi bekerja, serta apa yang benar-benar penting dalam praktik spiritual. Mari kita simak dialog antara Buddha dan Poṭṭhapāda yang mengupas pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang persepsi, diri, dan kebenaran.
Sang Buddha mengunjungi pengembara Poṭṭhapāda di taman Mallikā dan menjawab pertanyaannya tentang bagaimana penghentian persepsi terjadi. Buddha menjelaskan bahwa persepsi muncul dan lenyap karena sebab, dan melalui latihan bertahap hingga mencapai puncak persepsi. Percakapan kemudian beralih ke pertanyaan-pertanyaan metafisik yang tidak dijawab Buddha, dan diakhiri dengan penjelasan tentang tiga jenis kelahiran kembali serta penggunaan bahasa duniawi tanpa melekat padanya.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
dn9:27.3 ‘jiwa dan badan adalah satu dan sama …’ …
dn9:27.4 ‘jiwa adalah satu hal, badan adalah hal lain …’ …
dn9:27.5 ‘seorang yang telah tercerahkan masih ada setelah kematian …’ …
dn9:27.6 ‘Seorang yang telah sempurna tidak ada lagi setelah kematian …’ …
dn9:27.7 ‘Seorang yang telah sempurna masih ada dan juga tidak ada lagi setelah kematian …’ …
dn9:27.8 ‘Seorang yang telah sempurna tidak masih ada maupun tidak tidak ada lagi setelah kematian; inilah satu-satunya kebenaran, selain itu sia-sia’?”
dn9:27.9 “Ini pun, Poṭṭhapāda, tidak dinyatakan olehKu:
dn9:27.10 ‘Seorang yang telah sempurna tidak masih ada maupun tidak tidak ada lagi setelah kematian; inilah satu-satunya kebenaran, selain itu sia-sia’.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.