Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 8
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan makna spiritualitas sejati di balik praktik lahiriah. Mari kita simak bagaimana Buddha meluruskan pandangan Kassapa tentang pertapaan dan menunjukkan jalan menuju kebebasan sejati.
Petapa telanjang Kassapa mendatangi Buddha untuk mengklarifikasi tuduhan bahwa Buddha mencela semua praktik pertapaan keras. Buddha menjelaskan bahwa ia tidak menghakimi praktik lahiriah, melainkan menilai buahnya. Ia mengajarkan bahwa pertapaan sejati bukanlah sekadar penyiksaan diri, melainkan pengembangan moralitas, pikiran, dan kebijaksanaan melalui Jalan Mulia Berunsur Delapan. Di akhir sutta, Kassapa memutuskan untuk menjadi pengikut Buddha dan ditahbiskan menjadi bhikkhu.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
“Kassapa, seseorang yang sebelumnya menganut sekte lain dan menginginkan pelepasan keduniawian serta penahbisan dalam Dhamma dan Vinaya ini, harus menjalani masa percobaan selama empat bulan. Setelah empat bulan berlalu, jika para bhikkhu bertekad bulat, mereka akan memberikan pelepasan keduniawian dan penahbisan menuju kebhikkhuan.
“Kassapa, if someone formerly ordained in another sect wishes to take the going forth, the ordination in this teaching and training, they must spend four months on probation. When four months have passed, if the mendicants are satisfied, they’ll give the going forth, the ordination into monkhood.
"Bhante, jika dalam kasus seperti itu diperlukan masa percobaan empat bulan, saya akan menjalani masa percobaan empat tahun. Setelah empat tahun berlalu, jika para bhikkhu merasa puas, sudilah mereka memberikan saya penahbisan, penahbisan menjadi bhikkhu."
“Sir, if four months probation are required in such a case, I’ll spend four years on probation. When four years have passed, if the mendicants are satisfied, let them give me the going forth, the ordination into monkhood.”
Tidak lama setelah penahbisannya, Yang Mulia Kassapa, hidup menyendiri, mengasingkan diri, tekun, bersemangat, dan bertekad, segera merealisasikan tujuan tertinggi kehidupan suci dalam kehidupan ini juga. Ia hidup setelah mencapai dengan kebijaksanaannya sendiri tujuan yang karenanya para putra keluarga dengan benar meninggalkan kehidupan berumah tangga menuju kehidupan tanpa rumah.
Not long after his ordination, Venerable Kassapa, living alone, withdrawn, diligent, keen, and resolute, soon realized the supreme culmination of the spiritual path in this very life. He lived having achieved with his own insight the goal for which gentlemen rightly go forth from the lay life to homelessness.
Ia memahami: “Kelahiran telah berakhir, kehidupan suci telah dijalani, apa yang harus dilakukan telah dilakukan, tidak ada lagi yang tersisa untuk kehidupan ini.”
He understood: “Rebirth is ended; the spiritual journey has been completed; what had to be done has been done; there is nothing further for this place.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
DN 8 · Khotbah Singa kepada Petapa Telanjang Kassapa | Tiga Keranjang