2. Ariyaaṭṭhaṅgikamagga
2. Jalan Mulia Berunsur Delapan
2. The Noble Eightfold Path
Khotbah Singa kepada Petapa Telanjang Kassapa
Sutta ini mengajak kita merenungkan makna spiritualitas sejati di balik praktik lahiriah. Mari kita simak bagaimana Buddha meluruskan pandangan Kassapa tentang pertapaan dan menunjukkan jalan menuju kebebasan sejati.
Petapa telanjang Kassapa mendatangi Buddha untuk mengklarifikasi tuduhan bahwa Buddha mencela semua praktik pertapaan keras. Buddha menjelaskan bahwa ia tidak menghakimi praktik lahiriah, melainkan menilai buahnya. Ia mengajarkan bahwa pertapaan sejati bukanlah sekadar penyiksaan diri, melainkan pengembangan moralitas, pikiran, dan kebijaksanaan melalui Jalan Mulia Berunsur Delapan. Di akhir sutta, Kassapa memutuskan untuk menjadi pengikut Buddha dan ditahbiskan menjadi bhikkhu.
2. Ariyaaṭṭhaṅgikamagga
2. Jalan Mulia Berunsur Delapan
2. The Noble Eightfold Path
Atthi, kassapa, maggo atthi paṭipadā, yathāpaṭipanno sāmaññeva ñassati sāmaṁ dakkhati:
Ada, Kassapa, jalan, ada praktik, yang dengan menjalankannya sesuai, seseorang akan mengetahui dan melihat sendiri:
There is, Kassapa, a path, there is a practice, practicing in accordance with which you will know and see for yourself:
‘samaṇova gotamo kālavādī bhūtavādī atthavādī dhammavādī vinayavādī’ti.
‘Hanya Pertapa Gotama yang berbicara tepat waktu, berbicara benar, berbicara bermanfaat, berbicara sesuai Dhamma, berbicara sesuai Vinaya.’
‘Only the ascetic Gotama’s words are timely, true, and meaningful, in line with the teaching and training.’
Katamo ca, kassapa, maggo, katamā ca paṭipadā, yathāpaṭipanno sāmaññeva ñassati sāmaṁ dakkhati:
Dan apakah, Kassapa, jalan itu, dan bagaimanakah praktik itu, yang dengan mempraktikkannya seseorang akan mengetahui sendiri dan melihat sendiri:
And what is that path?
‘samaṇova gotamo kālavādī bhūtavādī atthavādī dhammavādī vinayavādī’ti?
‘Hanya Petapa Gotama yang berbicara tepat waktu, berbicara benar, berbicara bermanfaat, berbicara sesuai Dhamma, berbicara sesuai Vinaya’?
Ayameva ariyo aṭṭhaṅgiko maggo.
Yaitu Jalan Mulia Berunsur Delapan ini.
It is simply this noble eightfold path, that is:
Seyyathidaṁ—sammādiṭṭhi sammāsaṅkappo sammāvācā sammākammanto sammāājīvo sammāvāyāmo sammāsati sammāsamādhi.
Yaitu: pandangan benar, kehendak benar, ucapan benar, perbuatan benar, penghidupan benar, usaha benar, perhatian benar, dan konsentrasi benar.
right view, right purpose, right speech, right action, right livelihood, right effort, right mindfulness, and right immersion.
Ayaṁ kho, kassapa, maggo, ayaṁ paṭipadā, yathāpaṭipanno sāmaññeva ñassati sāmaṁ dakkhati ‘samaṇova gotamo kālavādī bhūtavādī atthavādī dhammavādī vinayavādī’”ti.
Inilah, Kassapa, jalan itu, inilah praktik itu, yang dengan mempraktikkannya seseorang akan mengetahui sendiri dan melihat sendiri: ‘Hanya Petapa Gotama yang berbicara tepat waktu, berbicara benar, berbicara bermanfaat, berbicara sesuai Dhamma, berbicara sesuai Vinaya.’”
This is the path, this is the practice, practicing in accordance with which you will know and see for yourself: ‘Only the ascetic Gotama’s words are timely, true, and meaningful, in line with the teaching and training.’”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.