Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 8
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan makna spiritualitas sejati di balik praktik lahiriah. Mari kita simak bagaimana Buddha meluruskan pandangan Kassapa tentang pertapaan dan menunjukkan jalan menuju kebebasan sejati.
Petapa telanjang Kassapa mendatangi Buddha untuk mengklarifikasi tuduhan bahwa Buddha mencela semua praktik pertapaan keras. Buddha menjelaskan bahwa ia tidak menghakimi praktik lahiriah, melainkan menilai buahnya. Ia mengajarkan bahwa pertapaan sejati bukanlah sekadar penyiksaan diri, melainkan pengembangan moralitas, pikiran, dan kebijaksanaan melalui Jalan Mulia Berunsur Delapan. Di akhir sutta, Kassapa memutuskan untuk menjadi pengikut Buddha dan ditahbiskan menjadi bhikkhu.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
dn8:7.1 Selanjutnya, Kassapa, ketika orang-orang bijaksana menanyai, menyelidiki, dan menekuni, mereka akan membandingkan guru dengan guru, atau komunitas dengan komunitas:
dn8:7.2 ‘Di antara ajaran-ajaran para mulia ini, yang terampil dan diakui sebagai terampil, yang tanpa cela dan diakui sebagai tanpa cela, yang layak dipraktikkan dan diakui sebagai layak dipraktikkan, yang layak bagi para mulia dan diakui sebagai layak bagi para mulia, yang cerah dan diakui sebagai cerah.
dn8:7.3 Siapakah yang menjalankan ajaran-ajaran ini secara menyeluruh—apakah petapa Gotama, atau para guru pengajar dari komunitas lain?’
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
DN 8 · Khotbah Singa kepada Petapa Telanjang Kassapa | Tiga Keranjang