‹
DN 8

Mahāsīhanādasutta

Khotbah Singa kepada Petapa Telanjang Kassapa

Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

DN 8
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 8

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan makna spiritualitas sejati di balik praktik lahiriah. Mari kita simak bagaimana Buddha meluruskan pandangan Kassapa tentang pertapaan dan menunjukkan jalan menuju kebebasan sejati.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Petapa telanjang Kassapa mendatangi Buddha untuk mengklarifikasi tuduhan bahwa Buddha mencela semua praktik pertapaan keras. Buddha menjelaskan bahwa ia tidak menghakimi praktik lahiriah, melainkan menilai buahnya. Ia mengajarkan bahwa pertapaan sejati bukanlah sekadar penyiksaan diri, melainkan pengembangan moralitas, pikiran, dan kebijaksanaan melalui Jalan Mulia Berunsur Delapan. Di akhir sutta, Kassapa memutuskan untuk menjadi pengikut Buddha dan ditahbiskan menjadi bhikkhu.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

dn8:23.0 7. Masa Percobaan Bagi Yang Sebelumnya Ditahbiskan

dn8:23.1 Kassapa, pada suatu ketika aku berdiam di Rājagaha, di Puncak Gunung Hering.

dn8:23.2 Di sana, seorang pertapa berpenghidupan suci bernama Nigrodha bertanya kepadaku tentang kejijikan yang lebih tinggi terhadap dosa.

dn8:23.3 Ditanya tentang kejijikan yang lebih tinggi terhadap dosa, aku menjawabnya.

dn8:23.4 Dan setelah aku menjawab, ia merasa sangat gembira, seolah-olah melampaui batas kegembiraan biasa.”

dn8:23.5 “Yang Mulia, siapakah yang setelah mendengarkan Dhamma dari Bhagavā tidak merasa sangat gembira, seolah-olah melampaui batas kegembiraan biasa?

dn8:23.6 Bahkan aku sendiri, Yang Mulia, setelah mendengarkan Dhamma dari Bhagavā, merasa sangat gembira, seolah-olah melampaui batas kegembiraan biasa.

dn8:23.7 Sungguh menakjubkan, Bhante! Sungguh menakjubkan, Bhante!

dn8:23.8 Seperti halnya, Bhante, seseorang yang menegakkan apa yang terjungkirbalik, atau menyingkap apa yang tersembunyi, atau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat, atau menyalakan pelita di dalam kegelapan agar mereka yang memiliki mata dapat melihat bentuk-bentuk; demikian pula, Bhante, Sang Bhagavā telah mengajarkan Dhamma melalui berbagai cara.

dn8:23.9 Oleh karena itu, Bhante, saya berlindung kepada Sang Bhagavā, kepada Dhamma, dan kepada Saṅgha para bhikkhu.

dn8:23.10 “Yang Mulia, semoga saya memperoleh pelepasan keduniawian, semoga saya memperoleh penahbisan di hadapan Sang Bhagavā.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.