Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 8
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan makna spiritualitas sejati di balik praktik lahiriah. Mari kita simak bagaimana Buddha meluruskan pandangan Kassapa tentang pertapaan dan menunjukkan jalan menuju kebebasan sejati.
Petapa telanjang Kassapa mendatangi Buddha untuk mengklarifikasi tuduhan bahwa Buddha mencela semua praktik pertapaan keras. Buddha menjelaskan bahwa ia tidak menghakimi praktik lahiriah, melainkan menilai buahnya. Ia mengajarkan bahwa pertapaan sejati bukanlah sekadar penyiksaan diri, melainkan pengembangan moralitas, pikiran, dan kebijaksanaan melalui Jalan Mulia Berunsur Delapan. Di akhir sutta, Kassapa memutuskan untuk menjadi pengikut Buddha dan ditahbiskan menjadi bhikkhu.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
dn8:20.1 Ketika pikiran mereka terkonsentrasi seperti ini,
dn8:20.2 mereka mengarahkan dan membentangkannya menuju pengetahuan dan penglihatan …
dn8:20.3 Ini berkaitan dengan pencapaian kebijaksanaan mereka. …
dn8:20.4 Mereka memahami: ‘… tidak ada lagi yang tersisa untuk kehidupan ini.’
dn8:20.5 Ini berkaitan dengan pencapaian kebijaksanaan mereka.
dn8:20.6 Inilah, Kassapa, kesempurnaan kebijaksanaan itu.
dn8:20.7 Dan, Kassapa, tidak ada kesempurnaan moralitas, kesempurnaan batin, dan kesempurnaan kebijaksanaan lain yang lebih tinggi atau lebih mulia daripada ini.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
DN 8 · Khotbah Singa kepada Petapa Telanjang Kassapa | Tiga Keranjang