Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 8
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan makna spiritualitas sejati di balik praktik lahiriah. Mari kita simak bagaimana Buddha meluruskan pandangan Kassapa tentang pertapaan dan menunjukkan jalan menuju kebebasan sejati.
Petapa telanjang Kassapa mendatangi Buddha untuk mengklarifikasi tuduhan bahwa Buddha mencela semua praktik pertapaan keras. Buddha menjelaskan bahwa ia tidak menghakimi praktik lahiriah, melainkan menilai buahnya. Ia mengajarkan bahwa pertapaan sejati bukanlah sekadar penyiksaan diri, melainkan pengembangan moralitas, pikiran, dan kebijaksanaan melalui Jalan Mulia Berunsur Delapan. Di akhir sutta, Kassapa memutuskan untuk menjadi pengikut Buddha dan ditahbiskan menjadi bhikkhu.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
dn8:18.0 5. The Accomplishment of Ethics, Mind, and Wisdom
dn8:18.1 When he had spoken, Kassapa said to the Buddha,
dn8:18.2 “But worthy Gotama, what is that accomplishment in ethics, in mind, and in wisdom?”
dn8:18.3 “It’s when a Realized One arises in the world, perfected, a fully awakened Buddha …
dn8:18.4 Seeing danger in the slightest fault, a mendicant keeps the rules they’ve undertaken. They act skillfully by body and speech. They’re purified in livelihood and accomplished in ethical conduct. They guard the sense doors, have mindfulness and situational awareness, and are content.
dn8:18.5 And how is a mendicant accomplished in ethics?
dn8:18.6 It’s when a mendicant gives up killing living creatures, renouncing the rod and the sword. They’re scrupulous and kind, living full of sympathy for all living beings.
dn8:18.7 This pertains to their accomplishment in ethics. …
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
DN 8 · Khotbah Singa kepada Petapa Telanjang Kassapa | Tiga Keranjang