Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 5
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan makna pengorbanan dan persembahan. Mari kita simak bagaimana Buddha mengubah pemahaman seorang brahmana tentang ritual, dari yang berpusat pada kekerasan menjadi yang berpusat pada kedamaian dan pengembangan batin.
Brahmana Kūṭadanta, yang sedang bersiap melakukan pengorbanan besar, mendatangi Buddha untuk bertanya tentang cara melengkapi pengorbanan dengan tiga cara dan enam belas perlengkapan. Buddha menjawab dengan kisah Raja Mahāvijita, yang pengorbanannya dilakukan tanpa kekerasan dan dengan persetujuan rakyat, lalu secara bertahap mengarahkan Kūṭadanta pada pemahaman bahwa pengorbanan tertinggi adalah menjalankan kehidupan spiritual hingga mencapai pencerahan. Kūṭadanta akhirnya melepaskan hewan-hewan kurban, berlindung kepada Buddha, Dhamma, dan Saṅgha, serta mencapai tingkat pemasuk-arus.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
dn5:18.1 And brahmin, in that sacrifice no cattle were killed, no goats or sheep were killed, and no chickens or pigs were killed. There was no slaughter of various kinds of creatures. No trees were felled for the sacrificial post. No grass was reaped to strew over the place of sacrifice.
dn5:18.2 No bondservants, servants, or workers did their jobs under threat of punishment and danger, weeping with tearful faces.
dn5:18.3 Those who wished to work did so, while those who did not wish to did not.
dn5:18.4 They did the work they wanted to, and did not do what they didn’t want to.
dn5:18.5 The sacrifice was completed with just ghee, oil, butter, curds, honey, and molasses.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.