Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 4
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita menyaksikan bagaimana seorang brahmana terpelajar, yang awalnya diliputi kekhawatiran akan gengsi, perlahan-lahan membuka diri terhadap gagasan bahwa status sejati tidak ditentukan oleh kelahiran atau pengetahuan kitab suci, melainkan oleh kualitas batin. Dialog ini menunjukkan kebijaksanaan Buddha dalam membimbing seseorang tanpa memaksakan, melainkan membiarkan lawan bicaranya menemukan sendiri kebenaran.
Brahmana Soṇadaṇḍa, yang awalnya ragu untuk menemui Buddha karena khawatir kehilangan kehormatan, akhirnya pergi bersama rombongan brahmana ke Campā. Dalam dialog yang dipandu Buddha, Soṇadaṇḍa secara bertahap mengakui bahwa kelahiran, penampilan, dan penguasaan Veda bukanlah penentu sejati seorang brahmana, melainkan moralitas dan kebijaksanaan. Buddha kemudian menjelaskan makna moralitas dan kebijaksanaan dalam kerangka ajaran-Nya, yang membuat Soṇadaṇḍa berlindung dan mengundang Buddha serta Saṅgha untuk menerima dana makanan.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Ketika Sang Bhagavā telah selesai makan dan mencuci tangan serta mangkuknya, brahmana Soṇadaṇḍa mengambil tempat duduk yang rendah dan duduk di satu sisi.
When the Buddha had eaten and washed his hand and bowl, Soṇadaṇḍa took a low seat and sat to one side.
"Jika aku, ketika berada di tengah perkumpulan, bangkit dari tempat dudukku dan memberi hormat kepada Yang Mulia Gotama, maka perkumpulan itu mungkin akan merendahkanku karenanya."
“Worthy Gotama, if, when I have gone to an assembly, I rise from my seat and bow to the worthy Gotama, that assembly might disparage me for that.
Oleh karena itu, jika aku, Tuan Gotama, berada di tengah kumpulan dan mengangkat tangan bersikap añjali, hendaknya Tuan Gotama menganggap itu sebagai sikapku bangkit dari tempat duduk.
If, when I have gone to an assembly, I raise my cupped palms, please take it that I have risen from my seat.
Dan jika aku, Tuan Gotama, ketika berada di tengah perkumpulan, melepaskan sorban, biarlah Yang Mulia Gotama menganggap itu sebagai penghormatan dariku.
And if I undo my turban, please take it that I have bowed.
Dan jika aku, Tuan Gotama, ketika berada di dalam kereta, turun dari kereta dan memberi hormat kepada Yang Mulia Gotama, maka perkumpulan itu akan merendahkanku karenanya.
And the worthy Gotama, if, when I am in a carriage, I get down from my carriage and bow to the worthy Gotama, that assembly might disparage me for that.
Akan tetapi, jika aku, Tuan Gotama, ketika sedang berada di dalam kereta, mengangkat tongkat pengendali, sudilah Tuan Gotama menganggap bahwa aku telah turun dari kereta.
If, when I am in a carriage, I hold up my goad, please take it that I have got down from my carriage.
Dan jika aku, Tuan Gotama, ketika sedang berada di dalam kereta, menurunkan payung, sudilah Tuan Gotama menganggap bahwa aku telah memberi hormat dengan kepala.”
And if I lower my parasol, please take it that I have bowed.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.