‹
DN 4

Soṇadaṇḍasutta

Soṇadaṇḍa Sutta

Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

DN 4
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 4

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita menyaksikan bagaimana seorang brahmana terpelajar, yang awalnya diliputi kekhawatiran akan gengsi, perlahan-lahan membuka diri terhadap gagasan bahwa status sejati tidak ditentukan oleh kelahiran atau pengetahuan kitab suci, melainkan oleh kualitas batin. Dialog ini menunjukkan kebijaksanaan Buddha dalam membimbing seseorang tanpa memaksakan, melainkan membiarkan lawan bicaranya menemukan sendiri kebenaran.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Brahmana Soṇadaṇḍa, yang awalnya ragu untuk menemui Buddha karena khawatir kehilangan kehormatan, akhirnya pergi bersama rombongan brahmana ke Campā. Dalam dialog yang dipandu Buddha, Soṇadaṇḍa secara bertahap mengakui bahwa kelahiran, penampilan, dan penguasaan Veda bukanlah penentu sejati seorang brahmana, melainkan moralitas dan kebijaksanaan. Buddha kemudian menjelaskan makna moralitas dan kebijaksanaan dalam kerangka ajaran-Nya, yang membuat Soṇadaṇḍa berlindung dan mengundang Buddha serta Saṅgha untuk menerima dana makanan.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

dn4:21.0 6. Pembahasan tentang Moralitas dan Kebijaksanaan

dn4:21.1 “Tetapi, brahmana, dari kedua faktor ini, mungkinkah seseorang mengesampingkan satu faktor dan tetap menetapkan seseorang sebagai brahmana hanya dengan memiliki satu faktor?”

dn4:21.2 ‘Aku adalah seorang brahmana,’ jika ia berkata demikian, ia berkata benar, dan tidak jatuh ke dalam kebohongan?”

dn4:21.3 “Tidak demikian, Yang Mulia Gotama.

dn4:21.4 Sebab, Yang Mulia Gotama, kebijaksanaan dimurnikan oleh moralitas, dan moralitas dimurnikan oleh kebijaksanaan.

dn4:21.5 Di mana ada moralitas, di situ ada kebijaksanaan; di mana ada kebijaksanaan, di situ ada moralitas.

dn4:21.6 Orang yang bermoral memiliki kebijaksanaan, orang yang bijaksana memiliki moralitas.

dn4:21.7 Dan moralitas serta kebijaksanaan dikatakan sebagai yang terbaik di dunia ini.

dn4:21.8 Seperti halnya, Yang Mulia Gotama, seseorang membersihkan tangan dengan tangan, atau membersihkan kaki dengan kaki;

dn4:21.9 demikian pula, Yang Mulia Gotama, kebijaksanaan dimurnikan oleh moralitas, dan moralitas dimurnikan oleh kebijaksanaan.

dn4:21.10 Di mana ada moralitas, di situ ada kebijaksanaan; di mana ada kebijaksanaan, di situ ada moralitas.

dn4:21.11 Orang yang bermoral memiliki kebijaksanaan, orang yang bijaksana memiliki moralitas.

dn4:21.12 Dan moralitas serta kebijaksanaan dikatakan sebagai hal yang tertinggi di dunia.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.