‹
DN 4

Soṇadaṇḍasutta

Soṇadaṇḍa Sutta

Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

DN 4
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 4

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita menyaksikan bagaimana seorang brahmana terpelajar, yang awalnya diliputi kekhawatiran akan gengsi, perlahan-lahan membuka diri terhadap gagasan bahwa status sejati tidak ditentukan oleh kelahiran atau pengetahuan kitab suci, melainkan oleh kualitas batin. Dialog ini menunjukkan kebijaksanaan Buddha dalam membimbing seseorang tanpa memaksakan, melainkan membiarkan lawan bicaranya menemukan sendiri kebenaran.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Brahmana Soṇadaṇḍa, yang awalnya ragu untuk menemui Buddha karena khawatir kehilangan kehormatan, akhirnya pergi bersama rombongan brahmana ke Campā. Dalam dialog yang dipandu Buddha, Soṇadaṇḍa secara bertahap mengakui bahwa kelahiran, penampilan, dan penguasaan Veda bukanlah penentu sejati seorang brahmana, melainkan moralitas dan kebijaksanaan. Buddha kemudian menjelaskan makna moralitas dan kebijaksanaan dalam kerangka ajaran-Nya, yang membuat Soṇadaṇḍa berlindung dan mengundang Buddha serta Saṅgha untuk menerima dana makanan.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

dn4:24.0 7. Soṇadaṇḍa Declares Himself a Lay Follower

dn4:24.1 When he had spoken, Soṇadaṇḍa said to the Buddha,

dn4:24.2 “Excellent, worthy Gotama! Excellent!

dn4:24.3 As if he were righting the overturned, or revealing the hidden, or pointing out the path to the lost, or lighting a lamp in the dark so people with clear eyes can see what’s there, worthy Gotama has made the Teaching clear in many ways.

dn4:24.4 I go for refuge to the worthy Gotama, to the teaching, and to the mendicant Saṅgha.

dn4:24.5 From this day forth, may the worthy Gotama remember me as a lay follower who has gone for refuge for life.

dn4:24.6 Would you and the mendicant Saṅgha please accept tomorrow’s meal from me?”

dn4:24.7 The Buddha consented with silence.

dn4:24.8 Then, knowing that the Buddha had consented, Soṇadaṇḍa rose from his seat, bowed, and respectfully circled the Buddha, keeping him on his right, before leaving.

dn4:24.9 And when the night had passed Soṇadaṇḍa had delicious fresh and cooked foods prepared in his own home. Then he had the Buddha informed of the time, saying,

dn4:24.10 “It’s time, worthy Gotama, the meal is ready.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.