dn32:4.1 Ketika matahari terbit,
dn32:4.2 putra Aditi, sang cakram agung,
dn32:4.3 dengan terbitnya,
dn32:4.4 kegelapan malam pun berakhir;
dn32:4.5 dan ketika matahari telah terbit,
dn32:4.6 dikatakan sebagai siang hari.
dn32:4.7 Di sana terdapat danau yang dalam,
dn32:4.8 samudra dengan air yang mengalir;
dn32:4.9 Demikianlah mereka mengetahui di sana,
dn32:4.10 'samudra dengan air yang mengalir'.
dn32:4.11 Dari sini itulah arah timur,
dn32:4.12 demikianlah orang-orang menyebutnya.
dn32:4.13 Arah yang dilindunginya itu,
dn32:4.14 oleh raja agung yang termasyhur.
dn32:4.15 Penguasa para gandhabba,
dn32:4.16 bernama Dhataraṭṭha.
dn32:4.17 Ia bergembira dengan nyanyian dan tarian,
dn32:4.18 dihormati oleh para gandhabba.
dn32:4.19 Putra-putranya pun banyak,
dn32:4.20 semuanya satu nama, demikianlah kudengar.
dn32:4.21 Delapan puluh, sepuluh, dan satu—
dn32:4.22 semuanya bernama Indra, sangat perkasa.
dn32:4.23 Setelah melihat Sang Buddha,
dn32:4.24 Sang Buddha, Kerabat Matahari,
dn32:4.25 mereka memberi hormat dari jauh,
dn32:4.26 yang agung dan tak gentar.
dn32:4.27 Hormat kepada-Mu, wahai manusia unggul!
dn32:4.28 Hormat kepada-Mu, manusia tertinggi!
dn32:4.29 Engkau memeriksa kami dengan bijaksana;
dn32:4.30 makhluk bukan manusia pun bersujud kepada-Mu.
dn32:4.31 Telah sering kami ditanya,
dn32:4.32 maka demikianlah kami katakan.
dn32:4.33 Maka hendaknya kita menyatakan,
dn32:4.34 ‘Kami bersujud kepada Gotama sang penakluk,
dn32:4.35 yang sempurna dalam pengetahuan dan perilaku,
dn32:4.36 kami bersujud kepada Gotama sang Buddha’.

