Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 31
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini adalah salah satu khotbah Buddha yang paling praktis dan membumi, berbicara langsung tentang kehidupan sehari-hari seorang perumah tangga. Mari kita simak bagaimana Buddha mengubah ritual sederhana menjadi panduan etika yang mendalam tentang bagaimana kita berhubungan dengan orang-orang di sekitar kita.
Sigālaka, seorang pemuda yang setiap pagi memberi hormat kepada enam penjuru mata angin mengikuti pesan ayahnya, bertemu dengan Buddha. Buddha mengajarkan bahwa dalam disiplin Yang Mulia, menghormati enam penjuru berarti menjalankan tanggung jawab etis dalam hubungan sosial: terhadap orang tua, guru, istri dan anak, sahabat, pelayan, serta para petapa dan brahmana. Khotbah ini juga memaparkan empat perbuatan noda, empat alasan berbuat jahat, enam pemborosan harta, serta ciri-ciri teman palsu dan sahabat sejati.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
dengan mengatur pekerjaan sesuai kemampuan, memberikan makanan dan upah, merawat mereka ketika sakit, berbagi makanan istimewa, dan memberikan waktu istirahat pada musimnya.
by organizing work according to ability, by paying food and wages, by nursing them when sick, by sharing special treats, and by giving time off work.
pubbuṭṭhāyino ca honti, pacchā nipātino ca, dinnādāyino ca, sukatakammakarā ca, kittivaṇṇaharā ca.
Mereka bangun lebih awal dan tidur lebih larut. Mereka tidak mencuri. Mereka mengerjakan pekerjaan dengan baik. Dan mereka menyebarkan nama baik majikan.
They get up first, and go to bed last. They don’t steal. They do their work well. And they promote a good reputation.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.