‹
DN 31

Siṅgālasutta

Khotbah kepada Sigālaka

Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

DN 31
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 31

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini adalah salah satu khotbah Buddha yang paling praktis dan membumi, berbicara langsung tentang kehidupan sehari-hari seorang perumah tangga. Mari kita simak bagaimana Buddha mengubah ritual sederhana menjadi panduan etika yang mendalam tentang bagaimana kita berhubungan dengan orang-orang di sekitar kita.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Sigālaka, seorang pemuda yang setiap pagi memberi hormat kepada enam penjuru mata angin mengikuti pesan ayahnya, bertemu dengan Buddha. Buddha mengajarkan bahwa dalam disiplin Yang Mulia, menghormati enam penjuru berarti menjalankan tanggung jawab etis dalam hubungan sosial: terhadap orang tua, guru, istri dan anak, sahabat, pelayan, serta para petapa dan brahmana. Khotbah ini juga memaparkan empat perbuatan noda, empat alasan berbuat jahat, enam pemborosan harta, serta ciri-ciri teman palsu dan sahabat sejati.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
dn31:28.1

Pañcahi kho, gahapatiputta, ṭhānehi puttena puratthimā disā mātāpitaro paccupaṭṭhātabbā—

Dengan lima cara, putra perumah tangga, seorang anak hendaknya melayani orang tua sebagai arah timur:

A child should serve their parents as the eastern quarter in five ways, thinking:

dn31:28.2

bhato ne bharissāmi, kiccaṁ nesaṁ karissāmi, kulavaṁsaṁ ṭhapessāmi, dāyajjaṁ paṭipajjāmi, atha vā pana petānaṁ kālaṅkatānaṁ dakkhiṇaṁ anuppadassāmīti.

‘Aku akan menyokong mereka yang telah menyokongku. Aku akan melakukan kewajibanku terhadap mereka. Aku akan mempertahankan garis keturunan keluarga. Aku akan mengurus warisan. Dan ketika mereka telah meninggal dunia, aku akan memberikan persembahan atas nama mereka.’

‘I will support those who supported me. I’ll do my duty for them. I’ll maintain the family lineage. I’ll take care of the inheritance. When they have passed away, I’ll make an offering on their behalf.’

dn31:28.3

Imehi kho, gahapatiputta, pañcahi ṭhānehi puttena puratthimā disā mātāpitaro paccupaṭṭhitā pañcahi ṭhānehi puttaṁ anukampanti.

Orang tua yang dilayani oleh anak-anak dengan lima cara ini menunjukkan kasih sayang kepada mereka dengan lima cara:

Parents served by the children in these five ways show sympathy to them in five ways.

dn31:28.4

Pāpā nivārenti, kalyāṇe nivesenti, sippaṁ sikkhāpenti, patirūpena dārena saṁyojenti, samaye dāyajjaṁ niyyādenti.

Mereka menjauhkan mereka dari perbuatan buruk. Mereka mendukung mereka dalam berbuat baik. Mereka melatih mereka dalam suatu profesi. Mereka menghubungkan mereka dengan pasangan yang sesuai. Mereka menyerahkan warisan pada waktunya.

They keep them from doing bad. They support them in doing good. They train them in a profession. They connect them with a suitable partner. They transfer the inheritance in due time.

dn31:28.5

Imehi kho, gahapatiputta, pañcahi ṭhānehi puttena puratthimā disā mātāpitaro paccupaṭṭhitā imehi pañcahi ṭhānehi puttaṁ anukampanti.

Orang tua yang dilayani oleh anak-anak mereka dengan lima cara ini menunjukkan kasih sayang kepada mereka dengan lima cara ini.

Parents served by their children in these five ways show sympathy to them in these five ways.

dn31:28.6

Evamassa esā puratthimā disā paṭicchannā hoti khemā appaṭibhayā.

Demikianlah arah timur itu tertutup, aman, dan bebas dari bahaya.

And that’s how the eastern quarter is covered, kept safe and free of peril.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.