‹
DN 2

Sāmaññaphalasutta

Samaññaphala Sutta

Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

DN 2
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 2

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini adalah salah satu diskursus terpanjang dan terpenting dalam Digha Nikaya. Bacalah dengan perlahan, bayangkan Anda sedang duduk di pendopo bersama raja yang gelisah, dan ikuti alur penjelasan Buddha yang disusun secara sistematis dan mendalam tentang apa arti sebenarnya dari kehidupan pertapaan yang membuahkan hasil.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Raja Ajātasattu dari Magadha, di malam purnama yang indah, merasa gelisah dan ingin mencari ketenangan batin. Ia bertanya kepada para menterinya tentang petapa atau brahmana yang layak dikunjungi. Setelah mendengar usulan tentang enam guru terkenal, ia akhirnya memutuskan untuk mengunjungi Buddha atas saran Jīvaka. Di hadapan Buddha, ia menceritakan kekecewaannya atas jawaban para guru lain tentang 'buah kehidupan pertapaan yang terlihat langsung', lalu Buddha menjelaskan berbagai tingkatan buah tersebut, mulai dari kebebasan seorang budak hingga pencapaian pengetahuan tertinggi yang mengakhiri kekotoran batin.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
dn2:91.0

4.3.3.5. Cetopariyañāṇa

4.3.3.5. Mengetahui Pikiran Makhluk Lain

4.3.3.5. Encompassing the Minds of Others

dn2:91.1

So evaṁ samāhite citte parisuddhe pariyodāte anaṅgaṇe vigatūpakkilese mudubhūte kammaniye ṭhite āneñjappatte cetopariyañāṇāya cittaṁ abhinīharati abhininnāmeti.

Ketika pikirannya telah menjadi tenang dalam samādhi seperti ini—suci, jernih, tanpa cela, terbebas dari kekotoran, lentur, mudah diarahkan, mantap, dan tidak tergoyahkan—ia mengarahkan dan membentangkannya menuju pengetahuan tentang pikiran makhluk lain.

When their mind has become immersed in samādhi like this—purified, bright, flawless, rid of corruptions, pliable, workable, steady, and imperturbable—they project it and extend it toward encompassing the minds of others.

dn2:91.2

So parasattānaṁ parapuggalānaṁ cetasā ceto paricca pajānāti—

Ia memahami pikiran makhluk lain dan individu lain, setelah melingkupinya dengan pikirannya sendiri—

They understand the minds of other beings and individuals, having encompassed them with their own mind.

dn2:91.3

sarāgaṁ vā cittaṁ ‘sarāgaṁ cittan’ti pajānāti,

pikiran bernafsu, ia memahami sebagai ‘pikiran bernafsu’,

They understand mind with greed as ‘mind with greed’,

dn2:91.4

vītarāgaṁ vā cittaṁ ‘vītarāgaṁ cittan’ti pajānāti,

dan pikiran tanpa keserakahan, ia memahami sebagai ‘pikiran tanpa keserakahan’.

and mind without greed as ‘mind without greed’.

dn2:91.5

sadosaṁ vā cittaṁ ‘sadosaṁ cittan’ti pajānāti,

pikiran dengan kebencian, ia memahami sebagai ‘pikiran dengan kebencian’ …

They understand mind with hate …

dn2:91.6

vītadosaṁ vā cittaṁ ‘vītadosaṁ cittan’ti pajānāti,

Atau pikiran tanpa kebencian, ia memahami, ‘pikiran tanpa kebencian’.

mind without hate …

dn2:91.7

samohaṁ vā cittaṁ ‘samohaṁ cittan’ti pajānāti,

Atau pikiran dengan delusi, ia memahami, ‘pikiran dengan delusi’.

mind with delusion …

dn2:91.8

vītamohaṁ vā cittaṁ ‘vītamohaṁ cittan’ti pajānāti,

Atau pikiran tanpa delusi, ia memahami, ‘pikiran tanpa delusi’.

mind without delusion …

dn2:91.9

saṅkhittaṁ vā cittaṁ ‘saṅkhittaṁ cittan’ti pajānāti,

Atau pikiran yang mengerut, ia memahami, ‘pikiran yang mengerut’.

constricted mind …

dn2:91.10

vikkhittaṁ vā cittaṁ ‘vikkhittaṁ cittan’ti pajānāti,

Atau pikiran yang kacau, ia memahami, ‘pikiran yang kacau’.

scattered mind …

dn2:91.11

mahaggataṁ vā cittaṁ ‘mahaggataṁ cittan’ti pajānāti,

Ia memahami pikiran yang luas sebagai ‘pikiran yang luas’,

expansive mind …

dn2:91.12

amahaggataṁ vā cittaṁ ‘amahaggataṁ cittan’ti pajānāti,

Ia memahami pikiran yang tidak luas sebagai ‘pikiran yang tidak luas’,

unexpansive mind …

dn2:91.13

sauttaraṁ vā cittaṁ ‘sauttaraṁ cittan’ti pajānāti,

Ia memahami pikiran yang tidak tertandingi sebagai ‘pikiran yang tidak tertandingi’,

mind that is not supreme …

dn2:91.14

anuttaraṁ vā cittaṁ ‘anuttaraṁ cittan’ti pajānāti,

Ia memahami pikiran yang tertandingi sebagai ‘pikiran yang tertandingi’,

mind that is supreme …

dn2:91.15

samāhitaṁ vā cittaṁ ‘samāhitaṁ cittan’ti pajānāti,

Ia memahami pikiran yang terkonsentrasi sebagai ‘pikiran yang terkonsentrasi’,

immersed mind …

dn2:91.16

asamāhitaṁ vā cittaṁ ‘asamāhitaṁ cittan’ti pajānāti,

Ia memahami pikiran yang tidak terkonsentrasi sebagai ‘pikiran yang tidak terkonsentrasi’,

unimmersed mind …

dn2:91.17

vimuttaṁ vā cittaṁ ‘vimuttaṁ cittan’ti pajānāti,

pikiran yang terbebaskan sebagai ‘pikiran yang terbebaskan’,

freed mind …

dn2:91.18

avimuttaṁ vā cittaṁ ‘avimuttaṁ cittan’ti pajānāti.

dan pikiran yang tidak terbebaskan sebagai ‘pikiran yang tidak terbebaskan’.

They understand unfreed mind as ‘unfreed mind’.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.