dn2:90.1Seyyathāpi, mahārāja, puriso addhānamaggappaṭipanno. So suṇeyya bherisaddampi mudiṅgasaddampi saṅkhapaṇavadindimasaddampi. Tassa evamassa: ‘bherisaddo’ itipi, ‘mudiṅgasaddo’ itipi, ‘saṅkhapaṇavadindimasaddo’ itipi.
Seperti halnya, Baginda, seorang pengembara di jalan raya mendengar suara genderang, suara kendang, suara sangkakala, suara gendang kecil, dan suara tambur. Ia berpikir: 'Itu suara genderang,' 'itu suara kendang,' 'itu suara sangkakala, gendang kecil, dan tambur.'
Suppose there was a person traveling along the road. They’d hear the sound of drums, clay drums, horns, kettledrums, and tom-toms. They’d think: ‘That’s the sound of drums,’ and ‘that’s the sound of clay drums,’ and ‘that’s the sound of horns, kettledrums, and tom-toms.’
dn2:90.2Evameva kho, mahārāja, bhikkhu evaṁ samāhite citte parisuddhe pariyodāte anaṅgaṇe vigatūpakkilese mudubhūte kammaniye ṭhite āneñjappatte dibbāya sotadhātuyā cittaṁ abhinīharati abhininnāmeti.
Demikian pula, Baginda, ketika pikiran seorang bhikkhu telah terkonsentrasi dalam samādhi seperti ini—jernih, bersinar, tanpa cela, terbebas dari kekotoran, lentur, mudah diarahkan, kokoh, dan tak tergoyahkan—ia mengarahkan dan membentangkan pikirannya menuju telinga dewa.
In the same way, when their mind has become immersed in samādhi like this—purified, bright, flawless, rid of corruptions, pliable, workable, steady, and imperturbable—they project it and extend it toward clairaudience.
dn2:90.3So dibbāya sotadhātuyā visuddhāya atikkantamānusikāya ubho sadde suṇāti dibbe ca mānuse ca ye dūre santike ca.
Dengan telinga dewa yang murni dan melampaui pendengaran manusia, mereka mendengar kedua jenis suara—suara manusia dan suara surgawi, baik yang jauh maupun yang dekat.
With clairaudience that is purified and superhuman, they hear both kinds of sounds, human and heavenly, whether near or far.
dn2:90.4Idampi kho, mahārāja, sandiṭṭhikaṁ sāmaññaphalaṁ purimehi sandiṭṭhikehi sāmaññaphalehi abhikkantatarañca paṇītatarañca.
Ini pun, Baginda, adalah buah kehidupan pertapaan yang terlihat dalam kehidupan sekarang, yang lebih unggul dan lebih luhur daripada buah-buah sebelumnya.
This too, Great King, is a fruit of the ascetic life that’s apparent in the present life which is better and finer than the former ones.