‹
DN 2

Sāmaññaphalasutta

Samaññaphala Sutta

Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

DN 2
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 2

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini adalah salah satu diskursus terpanjang dan terpenting dalam Digha Nikaya. Bacalah dengan perlahan, bayangkan Anda sedang duduk di pendopo bersama raja yang gelisah, dan ikuti alur penjelasan Buddha yang disusun secara sistematis dan mendalam tentang apa arti sebenarnya dari kehidupan pertapaan yang membuahkan hasil.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Raja Ajātasattu dari Magadha, di malam purnama yang indah, merasa gelisah dan ingin mencari ketenangan batin. Ia bertanya kepada para menterinya tentang petapa atau brahmana yang layak dikunjungi. Setelah mendengar usulan tentang enam guru terkenal, ia akhirnya memutuskan untuk mengunjungi Buddha atas saran Jīvaka. Di hadapan Buddha, ia menceritakan kekecewaannya atas jawaban para guru lain tentang 'buah kehidupan pertapaan yang terlihat langsung', lalu Buddha menjelaskan berbagai tingkatan buah tersebut, mulai dari kebebasan seorang budak hingga pencapaian pengetahuan tertinggi yang mengakhiri kekotoran batin.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
dn2:81.0

4.3.2.8. Catutthajhāna

4.3.2.8. Jhāna Keempat

4.3.2.8. Fourth Absorption

dn2:81.1

Puna caparaṁ, mahārāja, bhikkhu sukhassa ca pahānā dukkhassa ca pahānā, pubbeva somanassadomanassānaṁ atthaṅgamā adukkhamasukhaṁ upekkhāsatipārisuddhiṁ catutthaṁ jhānaṁ upasampajja viharati.

Selanjutnya, Baginda Raja, dengan meninggalkan kesenangan dan kesakitan, serta dengan lenyapnya kegembiraan dan kesedihan yang dialami sebelumnya, seorang bhikkhu masuk dan berdiam dalam jhāna keempat, yang tanpa kesenangan maupun kesakitan, dengan keseimbangan batin yang murni dan perhatian penuh.

Furthermore, with the giving up of pleasure and pain and the disappearance of former happiness and sadness, a mendicant enters and remains in the fourth absorption, without pleasure or pain, with pure equanimity and mindfulness.

dn2:81.2

So imameva kāyaṁ parisuddhena cetasā pariyodātena pharitvā nisinno hoti, nāssa kiñci sabbāvato kāyassa parisuddhena cetasā pariyodātena apphuṭaṁ hoti.

Ia duduk meresapi tubuhnya dengan pikiran yang murni dan jernih. Tidak ada satu pun bagian dari seluruh tubuhnya yang tidak teresapi oleh pikiran yang murni dan jernih itu.

They sit spreading their body through with pure bright mind. There’s no part of the body that’s not spread with pure bright mind.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.