‹
DN 2

Sāmaññaphalasutta

Samaññaphala Sutta

Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

DN 2
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 2

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini adalah salah satu diskursus terpanjang dan terpenting dalam Digha Nikaya. Bacalah dengan perlahan, bayangkan Anda sedang duduk di pendopo bersama raja yang gelisah, dan ikuti alur penjelasan Buddha yang disusun secara sistematis dan mendalam tentang apa arti sebenarnya dari kehidupan pertapaan yang membuahkan hasil.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Raja Ajātasattu dari Magadha, di malam purnama yang indah, merasa gelisah dan ingin mencari ketenangan batin. Ia bertanya kepada para menterinya tentang petapa atau brahmana yang layak dikunjungi. Setelah mendengar usulan tentang enam guru terkenal, ia akhirnya memutuskan untuk mengunjungi Buddha atas saran Jīvaka. Di hadapan Buddha, ia menceritakan kekecewaannya atas jawaban para guru lain tentang 'buah kehidupan pertapaan yang terlihat langsung', lalu Buddha menjelaskan berbagai tingkatan buah tersebut, mulai dari kebebasan seorang budak hingga pencapaian pengetahuan tertinggi yang mengakhiri kekotoran batin.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
dn2:79.0

4.3.2.7. Tatiyajhāna

4.3.2.7. Jhana Ketiga

4.3.2.7. Third Absorption

dn2:79.1

Puna caparaṁ, mahārāja, bhikkhu pītiyā ca virāgā upekkhako ca viharati sato sampajāno, sukhañca kāyena paṭisaṁvedeti, yaṁ taṁ ariyā ācikkhanti: ‘upekkhako satimā sukhavihārī’ti, tatiyaṁ jhānaṁ upasampajja viharati.

Kemudian, Baginda Raja, dengan meluruhnya kegembiraan, seorang bhikkhu berdiam dengan seimbang, penuh perhatian, dan sadar penuh, serta merasakan kebahagiaan dalam batin; inilah yang oleh para mulia dikatakan: 'Seimbang dan penuh perhatian, ia berdiam dalam kebahagiaan.' Demikianlah ia masuk dan berdiam dalam jhana ketiga.

Furthermore, with the fading away of rapture, a mendicant enters and remains in the third absorption, where they meditate with equanimity, mindful and aware, experiencing for themselves the bliss of which the noble ones declare, ‘Equanimous and mindful, one meditates in bliss.’

dn2:79.2

So imameva kāyaṁ nippītikena sukhena abhisandeti parisandeti paripūreti parippharati, nāssa kiñci sabbāvato kāyassa nippītikena sukhena apphuṭaṁ hoti.

Ia meresapi, memenuhi, meliputi, dan menyelimuti tubuhnya dengan kebahagiaan yang bebas dari kegembiraan. Tidak ada bagian tubuhnya yang tidak terselimuti oleh kebahagiaan yang bebas dari kegembiraan itu.

They drench, steep, fill, and spread themselves with bliss free of rapture. There’s no part of the body that’s not spread with bliss free of rapture.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.