‹
DN 2

Sāmaññaphalasutta

Samaññaphala Sutta

Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

DN 2
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 2

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini adalah salah satu diskursus terpanjang dan terpenting dalam Digha Nikaya. Bacalah dengan perlahan, bayangkan Anda sedang duduk di pendopo bersama raja yang gelisah, dan ikuti alur penjelasan Buddha yang disusun secara sistematis dan mendalam tentang apa arti sebenarnya dari kehidupan pertapaan yang membuahkan hasil.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Raja Ajātasattu dari Magadha, di malam purnama yang indah, merasa gelisah dan ingin mencari ketenangan batin. Ia bertanya kepada para menterinya tentang petapa atau brahmana yang layak dikunjungi. Setelah mendengar usulan tentang enam guru terkenal, ia akhirnya memutuskan untuk mengunjungi Buddha atas saran Jīvaka. Di hadapan Buddha, ia menceritakan kekecewaannya atas jawaban para guru lain tentang 'buah kehidupan pertapaan yang terlihat langsung', lalu Buddha menjelaskan berbagai tingkatan buah tersebut, mulai dari kebebasan seorang budak hingga pencapaian pengetahuan tertinggi yang mengakhiri kekotoran batin.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
dn2:63.1

Sa kho so, mahārāja, bhikkhu evaṁ sīlasampanno na kutoci bhayaṁ samanupassati, yadidaṁ sīlasaṁvarato.

Maka, Baginda, seorang bhikkhu yang sempurna dalam moralitas ini tidak melihat bahaya dari mana pun, yaitu dari segi pengendalian moralitasnya.

A mendicant thus accomplished in ethics sees no danger in any quarter in regards to their ethical restraint.

dn2:63.2

Seyyathāpi, mahārāja, rājā khattiyo muddhābhisitto nihatapaccāmitto na kutoci bhayaṁ samanupassati, yadidaṁ paccatthikato;

Bagaikan, Baginda, seorang raja khattiya yang telah dinobatkan, yang telah menaklukkan musuh-musuhnya, tidak melihat bahaya dari mana pun, yaitu dari musuh-musuhnya;

It’s like a king who has defeated his enemies. He sees no danger from his foes in any quarter.

dn2:63.3

evameva kho, mahārāja, bhikkhu evaṁ sīlasampanno na kutoci bhayaṁ samanupassati, yadidaṁ sīlasaṁvarato.

demikian pula, Baginda, seorang bhikkhu yang sempurna dalam moralitas ini tidak melihat bahaya dari mana pun, yaitu dari segi pengendalian moralitasnya.

In the same way, a mendicant thus accomplished in ethics sees no danger in any quarter in regards to their ethical restraint.

dn2:63.4

So iminā ariyena sīlakkhandhena samannāgato ajjhattaṁ anavajjasukhaṁ paṭisaṁvedeti.

Dengan memiliki kelompok moralitas mulia ini, ia merasakan kebahagiaan yang tanpa cela di dalam batinnya.

When they have this spectrum of noble ethics, they experience a blameless happiness inside themselves.

dn2:63.5

Evaṁ kho, mahārāja, bhikkhu sīlasampanno hoti.

Demikianlah, Baginda, seorang bhikkhu sempurna dalam hal moralitas.

That’s how a mendicant is accomplished in ethics.

dn2:63.6

Mahāsīlaṁ niṭṭhitaṁ.

Bagian panjang tentang moralitas selesai.

The longer section on ethics is complete.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.