dn2:53.1Yathā vā paneke bhonto samaṇabrāhmaṇā saddhādeyyāni bhojanāni bhuñjitvā te evarūpaṁ viggāhikakathaṁ anuyuttā viharanti.
Ada beberapa petapa dan brahmana yang, meskipun menikmati makanan yang diberikan dengan keyakinan, masih terlibat dalam perdebatan.
There are some ascetics and brahmins who, while enjoying food given in faith, still engage in arguments.
dn2:53.2Seyyathidaṁ—na tvaṁ imaṁ dhammavinayaṁ ājānāsi, ahaṁ imaṁ dhammavinayaṁ ājānāmi, kiṁ tvaṁ imaṁ dhammavinayaṁ ājānissasi, micchā paṭipanno tvamasi, ahamasmi sammā paṭipanno, sahitaṁ me, asahitaṁ te, pure vacanīyaṁ pacchā avaca, pacchā vacanīyaṁ pure avaca, adhiciṇṇaṁ te viparāvattaṁ, āropito te vādo, niggahito tvamasi, cara vādappamokkhāya, nibbeṭhehi vā sace pahosīti
Mereka berkata demikian: 'Engkau tidak memahami ajaran dan disiplin ini. Aku memahami ajaran dan disiplin ini. Apa, engkau memahami ajaran dan disiplin ini? Engkau berlatih secara salah. Aku berlatih secara benar. Ucapanku selaras, ucapammu tidak selaras. Apa yang seharusnya dikatakan terlebih dahulu, engkau katakan kemudian. Apa yang seharusnya dikatakan kemudian, engkau katakan terlebih dahulu. Apa yang telah engkau pikirkan dengan matang telah terbantahkan. Doktrinmu telah dipatahkan. Pergilah, selamatkan doktrinmu! Engkau terjebak; bebaskan dirimu dari ini—jika engkau mampu!'
They say such things as: ‘You don’t understand this teaching and training. I understand this teaching and training. What, you understand this teaching and training? You’re practicing wrong. I’m practicing right. I stay on topic, you don’t. You said last what you should have said first. You said first what you should have said last. What you’ve thought so much about has been disproved. Your doctrine is refuted. Go on, save your doctrine! You’re trapped; get yourself out of this—if you can!’