‹
DN 2

Sāmaññaphalasutta

Samaññaphala Sutta

Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

DN 2
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 2

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini adalah salah satu diskursus terpanjang dan terpenting dalam Digha Nikaya. Bacalah dengan perlahan, bayangkan Anda sedang duduk di pendopo bersama raja yang gelisah, dan ikuti alur penjelasan Buddha yang disusun secara sistematis dan mendalam tentang apa arti sebenarnya dari kehidupan pertapaan yang membuahkan hasil.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Raja Ajātasattu dari Magadha, di malam purnama yang indah, merasa gelisah dan ingin mencari ketenangan batin. Ia bertanya kepada para menterinya tentang petapa atau brahmana yang layak dikunjungi. Setelah mendengar usulan tentang enam guru terkenal, ia akhirnya memutuskan untuk mengunjungi Buddha atas saran Jīvaka. Di hadapan Buddha, ia menceritakan kekecewaannya atas jawaban para guru lain tentang 'buah kehidupan pertapaan yang terlihat langsung', lalu Buddha menjelaskan berbagai tingkatan buah tersebut, mulai dari kebebasan seorang budak hingga pencapaian pengetahuan tertinggi yang mengakhiri kekotoran batin.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
dn2:53.1

Yathā vā paneke bhonto samaṇabrāhmaṇā saddhādeyyāni bhojanāni bhuñjitvā te evarūpaṁ viggāhikakathaṁ anuyuttā viharanti.

Ada beberapa petapa dan brahmana yang, meskipun menikmati makanan yang diberikan dengan keyakinan, masih terlibat dalam perdebatan.

There are some ascetics and brahmins who, while enjoying food given in faith, still engage in arguments.

dn2:53.2

Seyyathidaṁ—na tvaṁ imaṁ dhammavinayaṁ ājānāsi, ahaṁ imaṁ dhammavinayaṁ ājānāmi, kiṁ tvaṁ imaṁ dhammavinayaṁ ājānissasi, micchā paṭipanno tvamasi, ahamasmi sammā paṭipanno, sahitaṁ me, asahitaṁ te, pure vacanīyaṁ pacchā avaca, pacchā vacanīyaṁ pure avaca, adhiciṇṇaṁ te viparāvattaṁ, āropito te vādo, niggahito tvamasi, cara vādappamokkhāya, nibbeṭhehi vā sace pahosīti

Mereka berkata demikian: 'Engkau tidak memahami ajaran dan disiplin ini. Aku memahami ajaran dan disiplin ini. Apa, engkau memahami ajaran dan disiplin ini? Engkau berlatih secara salah. Aku berlatih secara benar. Ucapanku selaras, ucapammu tidak selaras. Apa yang seharusnya dikatakan terlebih dahulu, engkau katakan kemudian. Apa yang seharusnya dikatakan kemudian, engkau katakan terlebih dahulu. Apa yang telah engkau pikirkan dengan matang telah terbantahkan. Doktrinmu telah dipatahkan. Pergilah, selamatkan doktrinmu! Engkau terjebak; bebaskan dirimu dari ini—jika engkau mampu!'

They say such things as: ‘You don’t understand this teaching and training. I understand this teaching and training. What, you understand this teaching and training? You’re practicing wrong. I’m practicing right. I stay on topic, you don’t. You said last what you should have said first. You said first what you should have said last. What you’ve thought so much about has been disproved. Your doctrine is refuted. Go on, save your doctrine! You’re trapped; get yourself out of this—if you can!’

dn2:53.3

iti vā iti evarūpāya viggāhikakathāya paṭivirato hoti.

Mereka menghindari pembicaraan yang bersifat perdebatan demikian.

They refrain from such argumentative talk.

dn2:53.4

Idampissa hoti sīlasmiṁ.

Ini termasuk dalam moralitasnya.

This pertains to their ethics.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.