‹
DN 2

Sāmaññaphalasutta

Samaññaphala Sutta

Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

DN 2
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 2

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini adalah salah satu diskursus terpanjang dan terpenting dalam Digha Nikaya. Bacalah dengan perlahan, bayangkan Anda sedang duduk di pendopo bersama raja yang gelisah, dan ikuti alur penjelasan Buddha yang disusun secara sistematis dan mendalam tentang apa arti sebenarnya dari kehidupan pertapaan yang membuahkan hasil.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Raja Ajātasattu dari Magadha, di malam purnama yang indah, merasa gelisah dan ingin mencari ketenangan batin. Ia bertanya kepada para menterinya tentang petapa atau brahmana yang layak dikunjungi. Setelah mendengar usulan tentang enam guru terkenal, ia akhirnya memutuskan untuk mengunjungi Buddha atas saran Jīvaka. Di hadapan Buddha, ia menceritakan kekecewaannya atas jawaban para guru lain tentang 'buah kehidupan pertapaan yang terlihat langsung', lalu Buddha menjelaskan berbagai tingkatan buah tersebut, mulai dari kebebasan seorang budak hingga pencapaian pengetahuan tertinggi yang mengakhiri kekotoran batin.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
dn2:46.0

4.3.1.2. Majjhimasīla

4.3.1.2. Moralitas Menengah

4.3.1.2. The Middle Section on Ethics

dn2:46.1

Yathā vā paneke bhonto samaṇabrāhmaṇā saddhādeyyāni bhojanāni bhuñjitvā te evarūpaṁ bījagāmabhūtagāmasamārambhaṁ anuyuttā viharanti.

Ada sebagian petapa dan brahmana yang, meskipun menikmati makanan yang diberikan dengan penuh keyakinan, masih hidup dengan terlibat dalam merusak tanaman dan benih.

There are some ascetics and brahmins who, while enjoying food given in faith, still engage in injuring plants and seeds.

dn2:46.2

Seyyathidaṁ—mūlabījaṁ khandhabījaṁ phaḷubījaṁ aggabījaṁ bījabījameva pañcamaṁ, iti evarūpā bījagāmabhūtagāmasamārambhā paṭivirato hoti.

Yaitu—benih dari akar, benih dari batang, benih dari ruas, benih dari pucuk, dan benih biasa sebagai yang kelima. Demikianlah ia menghindari perbuatan merusak tanaman dan benih.

These include plants propagated from roots, trunks, cuttings, or joints; and those from regular seeds as the fifth. They refrain from such injury to plants and seeds.

dn2:46.3

Idampissa hoti sīlasmiṁ.

Ini termasuk dalam moralitasnya.

This pertains to their ethics.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.