Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 2
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini adalah salah satu diskursus terpanjang dan terpenting dalam Digha Nikaya. Bacalah dengan perlahan, bayangkan Anda sedang duduk di pendopo bersama raja yang gelisah, dan ikuti alur penjelasan Buddha yang disusun secara sistematis dan mendalam tentang apa arti sebenarnya dari kehidupan pertapaan yang membuahkan hasil.
Raja Ajātasattu dari Magadha, di malam purnama yang indah, merasa gelisah dan ingin mencari ketenangan batin. Ia bertanya kepada para menterinya tentang petapa atau brahmana yang layak dikunjungi. Setelah mendengar usulan tentang enam guru terkenal, ia akhirnya memutuskan untuk mengunjungi Buddha atas saran Jīvaka. Di hadapan Buddha, ia menceritakan kekecewaannya atas jawaban para guru lain tentang 'buah kehidupan pertapaan yang terlihat langsung', lalu Buddha menjelaskan berbagai tingkatan buah tersebut, mulai dari kebebasan seorang budak hingga pencapaian pengetahuan tertinggi yang mengakhiri kekotoran batin.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Demikianlah, Bhante, ketika aku bertanya kepada Sañjaya Belaṭṭhaputta tentang buah kehidupan pertapaan yang terlihat dalam kehidupan ini, ia menjawab dengan berbelit-belit.
And so, when I asked Sañjaya Belaṭṭhiputta about the fruits of the ascetic life apparent in the present life, he answered with flip-flopping.
Tanpa menyetujui, tanpa menolak, dengan tidak puas namun tidak mengucapkan kata-kata ketidakpuasan, tanpa menerima maupun membantah ucapannya, aku bangkit dari tempat dudukku dan pergi.
I was displeased, but did not express my displeasure. Neither accepting what he said nor contradicting it, I rose from my seat and left.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.