dn2:96.1 Misalnya, Baginda, seperti sebuah rumah panggung bertingkat di tengah persimpangan jalan. Di sana seorang yang bermata jernih berdiri dan dapat melihat orang-orang yang masuk dan keluar rumah, berjalan di sepanjang jalan raya dan lorong, serta duduk di tengah persimpangan. Ia akan berpikir: ‘Orang-orang ini masuk dan keluar rumah, berjalan di sepanjang jalan raya dan lorong, dan duduk di tengah persimpangan.’
dn2:96.2 Demikian pula, Baginda, ketika pikiran seorang bhikkhu telah terkonsentrasi demikian—murni, jernih, tanpa cela, bebas dari kekotoran, lentur, siap bekerja, kokoh, dan mencapai ketenangan yang tak tergoyahkan—ia mengarahkan dan membentangkan pikirannya menuju pengetahuan tentang kematian dan kelahiran kembali makhluk-makhluk.
dn2:96.3 Dengan mata dewa yang murni, melampaui penglihatan manusia, ia melihat makhluk-makhluk meninggal dunia dan terlahir kembali, yang hina dan yang mulia, yang rupawan dan yang buruk rupa, yang beruntung dan yang celaka, dan memahami bagaimana makhluk-makhluk terlahir sesuai perbuatannya: ‘Makhluk-makhluk yang terhormat ini, yang berperilaku buruk melalui tubuh, berperilaku buruk melalui ucapan, berperilaku buruk melalui pikiran, yang mencela para mulia, berpandangan salah, dan bertindak sesuai pandangan salah—setelah kematian, saat hancurnya tubuh, mereka terlahir di alam sengsara, alam celaka, alam kehancuran, neraka. Sedangkan makhluk-makhluk yang terhormat ini, yang berperilaku baik melalui tubuh, berperilaku baik melalui ucapan, berperilaku baik melalui pikiran, yang tidak mencela para mulia, berpandangan benar, dan bertindak sesuai pandangan benar—setelah kematian, saat hancurnya tubuh, mereka terlahir di alam bahagia, alam surga.’ Demikianlah dengan mata dewa yang murni, melampaui penglihatan manusia, ia melihat makhluk-makhluk meninggal dunia dan terlahir kembali, yang hina dan yang mulia, yang rupawan dan yang buruk rupa, yang beruntung dan yang celaka, dan memahami bagaimana makhluk-makhluk terlahir sesuai perbuatannya.
dn2:96.4 Ini pun, Baginda Raja, adalah buah kehidupan pertapaan yang terlihat langsung, yang lebih unggul dan lebih luhur daripada buah-buah kehidupan pertapaan yang terlihat langsung sebelumnya.



