dn2:95.0 4.3.3.7. Pengetahuan Mata Dewa
dn2:95.1 Ketika pikirannya telah terkonsentrasi dalam samādhi demikian—murni, bersinar, tanpa cela, terbebas dari kekotoran, lentur, mudah diarahkan, kokoh, dan tak tergoyahkan—ia mengarahkan dan melimpahkan pikirannya menuju pengetahuan tentang kematian dan kelahiran kembali makhluk-makhluk hidup.
dn2:95.2 Dengan mata dewa yang murni dan melampaui kemampuan manusia, ia melihat makhluk-makhluk meninggal dunia dan terlahir kembali—yang hina dan yang mulia, yang rupawan dan yang buruk rupa, yang berada di alam bahagia dan yang berada di alam sengsara. Ia memahami bagaimana makhluk-makhluk terlahir sesuai perbuatan mereka: ‘Makhluk-makhluk yang terhormat ini telah melakukan perbuatan buruk melalui tubuh, ucapan, dan pikiran. Mereka mencela para mulia; mereka berpandangan salah; dan mereka bertindak berdasarkan pandangan salah itu. Ketika tubuh mereka hancur, setelah kematian, mereka terlahir di alam kehilangan, alam sengsara, alam rendah, neraka. Akan tetapi, makhluk-makhluk yang terhormat ini telah melakukan perbuatan baik melalui tubuh, ucapan, dan pikiran. Mereka tidak pernah mencela para mulia; mereka berpandangan benar; dan mereka bertindak berdasarkan pandangan benar itu. Ketika tubuh mereka hancur, setelah kematian, mereka terlahir di alam bahagia, alam surga.’ Demikianlah, dengan mata dewa yang murni dan melampaui kemampuan manusia, ia melihat makhluk-makhluk meninggal dunia dan terlahir kembali—yang hina dan yang mulia, yang rupawan dan yang buruk rupa, yang berada di alam bahagia dan yang berada di alam sengsara. Ia memahami bagaimana makhluk-makhluk terlahir sesuai perbuatan mereka.



