‹
DN 2

Sāmaññaphalasutta

Samaññaphala Sutta

Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

DN 2
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 2

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini adalah salah satu diskursus terpanjang dan terpenting dalam Digha Nikaya. Bacalah dengan perlahan, bayangkan Anda sedang duduk di pendopo bersama raja yang gelisah, dan ikuti alur penjelasan Buddha yang disusun secara sistematis dan mendalam tentang apa arti sebenarnya dari kehidupan pertapaan yang membuahkan hasil.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Raja Ajātasattu dari Magadha, di malam purnama yang indah, merasa gelisah dan ingin mencari ketenangan batin. Ia bertanya kepada para menterinya tentang petapa atau brahmana yang layak dikunjungi. Setelah mendengar usulan tentang enam guru terkenal, ia akhirnya memutuskan untuk mengunjungi Buddha atas saran Jīvaka. Di hadapan Buddha, ia menceritakan kekecewaannya atas jawaban para guru lain tentang 'buah kehidupan pertapaan yang terlihat langsung', lalu Buddha menjelaskan berbagai tingkatan buah tersebut, mulai dari kebebasan seorang budak hingga pencapaian pengetahuan tertinggi yang mengakhiri kekotoran batin.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

dn2:92.1 Bagaikan, Baginda, seorang perempuan atau laki-laki yang muda, belia, dan gemar berhias, ketika bercermin pada cermin yang bersih dan jernih atau pada mangkuk air yang bening untuk mengamati bayangan wajahnya sendiri—jika ada noda, ia mengetahui ‘ada noda’; jika tidak ada noda, ia mengetahui ‘tidak ada noda’.

dn2:92.2 Demikian pula, Baginda, seorang bhikkhu dengan pikiran yang terkonsentrasi demikian—bersih, jernih, tanpa cacat, bebas dari kekotoran, lunak, lentur, stabil, dan mencapai ketidakgoyahan—mengarahkan dan membentangkan pikirannya menuju pengetahuan tentang pikiran makhluk lain.

dn2:92.3 Ia memahami pikiran makhluk lain dan orang lain, setelah meliputnya dengan pikirannya sendiri—

dn2:92.4 pikiran bernafsu, ia memahami: ‘pikiran bernafsu’;

dn2:92.5 pikiran tanpa nafsu, ia memahami: ‘pikiran tanpa nafsu’;

dn2:92.6 pikiran penuh kebencian, ia memahami: ‘pikiran penuh kebencian’;

dn2:92.7 pikiran tanpa kebencian, ia memahami: ‘pikiran tanpa kebencian’;

dn2:92.8 pikiran penuh delusi, ia memahami: ‘pikiran penuh delusi’;

dn2:92.9 pikiran tanpa delusi, ia memahami: ‘pikiran tanpa delusi’;

dn2:92.10 pikiran mengerut, ia memahami: ‘pikiran mengerut’;

dn2:92.11 pikiran kacau, ia memahami: ‘pikiran kacau’;

dn2:92.12 pikiran luhur, ia memahami: ‘pikiran luhur’;

dn2:92.13 pikiran tidak luhur, ia memahami: ‘pikiran tidak luhur’;

dn2:92.14 pikiran ber-unggul, ia memahami: ‘pikiran ber-unggul’;

dn2:92.15 pikiran tanpa unggul, ia memahami: ‘pikiran tanpa unggul’;

dn2:92.16 pikiran terkonsentrasi, ia memahami: ‘pikiran terkonsentrasi’;

dn2:92.17 pikiran tidak terkonsentrasi, ia memahami: ‘pikiran tidak terkonsentrasi’;

dn2:92.18 pikiran terbebaskan, ia memahami: ‘pikiran terbebaskan’;

dn2:92.19 pikiran tidak terbebaskan, ia memahami: ‘pikiran tidak terbebaskan’.

dn2:92.20 Ini pun, Baginda, adalah buah kehidupan pertapaan yang terlihat langsung, yang lebih unggul dan lebih luhur daripada buah-buah kehidupan pertapaan yang terlihat langsung sebelumnya.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.