dn2:89.0 4.3.3.4. Telinga Dewa
dn2:89.1 Ketika pikiran mereka telah terkonsentrasi dalam samādhi seperti ini—jernih, bersinar, tanpa cela, terbebas dari kekotoran, lentur, mudah diarahkan, kokoh, dan tak tergoyahkan—mereka mengarahkan dan membentangkan pikirannya menuju telinga dewa.
dn2:89.2 Dengan telinga dewa yang murni dan melampaui pendengaran manusia, mereka mendengar kedua jenis suara—suara manusia dan suara surgawi, baik yang jauh maupun yang dekat.



