dn2:86.1 Seperti halnya, Baginda, seseorang mencabut sehelai alang-alang dari sarungnya.
dn2:86.2 Ia akan berpikir:
dn2:86.3 ‘Ini alang-alang, ini sarungnya. Alang-alang dan sarungnya adalah hal yang berbeda. Alang-alang telah dicabut dari sarungnya.’
dn2:86.4 Atau seperti, Baginda, seseorang mencabut pedang dari sarungnya.
dn2:86.5 Ia akan berpikir:
dn2:86.6 ‘Ini pedang, ini sarungnya. Pedang dan sarungnya adalah hal yang berbeda. Pedang telah dicabut dari sarungnya.’
dn2:86.7 Atau seperti, Baginda, seseorang mengeluarkan ular dari kulit lamanya.
dn2:86.8 Ia akan berpikir:
dn2:86.9 ‘Ini ular, ini kulit lamanya. Ular dan kulit lamanya adalah hal yang berbeda. Ular telah dikeluarkan dari kulit lamanya.’
dn2:86.10 Demikian pula, Baginda, ketika pikiran seorang bhikkhu telah terkonsentrasi dalam samādhi seperti ini—jernih, bersinar, tanpa cela, terbebas dari kekotoran, lentur, mudah diarahkan, kokoh, dan tak tergoyahkan—ia mengarahkan dan membentangkan pikirannya untuk menciptakan tubuh ciptaan-pikiran.
dn2:86.11 Dari tubuh ini ia menciptakan tubuh lain—berbentuk, ciptaan-pikiran, lengkap dengan seluruh anggota tubuhnya, tidak kurang satu indra pun.
dn2:86.12 Ini pun, Baginda, adalah buah kehidupan pertapaan yang terlihat dalam kehidupan sekarang, yang lebih unggul dan lebih luhur daripada buah-buah sebelumnya.



