dn2:41.1 Seorang perumah tangga mendengar ajaran itu, atau anak seorang perumah tangga, atau seseorang yang terlahir kembali dalam keluarga yang baik.
dn2:41.2 Setelah mendengar ajaran itu, mereka memperoleh keyakinan pada Tathāgata.
dn2:41.3 Dengan memiliki keyakinan itu, mereka merenungkan:
dn2:41.4 ‘Kehidupan berumah tangga itu sempit dan penuh debu, sedangkan kehidupan meninggalkan keduniawian itu lapang.
dn2:41.5 Tidaklah mudah bagi seseorang yang hidup berumah tangga untuk menjalani kehidupan spiritual yang sepenuhnya sempurna dan sepenuhnya murni, bagaikan kulit kerang yang dipoles.
dn2:41.6 Bagaimana jika aku mencukur rambut dan janggut, mengenakan jubah kuning, lalu meninggalkan kehidupan berumah tangga menuju kehidupan tanpa rumah?’
dn2:41.7 Pada suatu saat kemudian, setelah meninggalkan harta kekayaan yang sedikit ataupun banyak, setelah meninggalkan kerabat yang sedikit ataupun banyak, ia mencukur rambut dan janggut, mengenakan jubah kuning, lalu meninggalkan kehidupan berumah tangga menuju kehidupan tanpa rumah.



